
TUBAN – Sore yang indah saat matahari mulai tergelincir ke arah barat biasanya menjadi waktu bersantai bagi sebagian orang. Namun, hal berbeda terlihat pada DS, seorang mahasiswa semester dua yang di sela-sela kesibukan akademisnya tetap menyempatkan diri untuk berolahraga. Alun-Alun Tuban kini menjadi salah satu area favorit bagi para pencinta olahraga lari untuk menyalurkan hobi mereka.
Setiap sore, Alun-Alun Tuban selalu ramai dipadati oleh pelari dari berbagai kalangan, mulai dari anak-anak, remaja, hingga orang dewasa. Menariknya, pengunjung yang datang tidak hanya berasal dari warga lokal, tetapi banyak juga yang datang dari luar daerah Tuban.
Ruang publik ikonik ini resmi dibuka kembali setelah selesai direnovasi oleh Bupati Tuban, Aditya Halindra Faridzky. Sejak pembaharuan tersebut, area di sekitar Alun-Alun Tuban menjadi jauh lebih bersih, tertata rapi, serta kini telah dilengkapi dengan fasilitas jogging track atau trek lari yang memadai bagi masyarakat.
DS, mahasiswa asal Brondong yang rutin memanfaatkan fasilitas tersebut, merasakan langsung dampak positif perubahan penataan kota ini.
“Karena suasananya nyaman, bebas polusi, dan banyak pelari lain di sini, saya jadi semakin semangat untuk latihan agar bisa mencapai performa yang saya targetkan,” ungkap DS usai melakukan pemanasan di area alun-alun.
Di balik rutinitas sehatnya saat ini, DS mengisahkan cerita unik awal mula dirinya terjun ke dunia lari. Ia mengaku termotivasi berlari setelah mengalami patah hati pasca-putus hubungan dengan pasangannya. Saat itu, ia sempat merasa kurang percaya diri (insecure) dengan kondisi fisiknya yang tergolong berisi. Berawal dari keinginan sederhana untuk menurunkan berat badan, ia justru ketagihan dan kini terinspirasi oleh para pelari lokal yang mampu berlari dengan kecepatan tinggi atau pace kecil (4-1).
Biasanya, DS menghabiskan waktu latihan mulai pukul 16.30 hingga 17.15 WIB. Bagi mahasiswa ini, lintasan lari di Alun-Alun Tuban bukan sekadar tempat untuk membakar kalori atau meluapkan emosi masa lalu, melainkan telah berubah menjadi ruang untuk pembuktian diri sekaligus bagian penting dari gaya hidup sehatnya.
DS menambahkan bahwa keberadaan komunitas pelari lokal yang sering berkumpul di Alun-Alun Tuban sangat membantu perkembangannya. Melalui interaksi di lapangan, ia belajar banyak hal mengenai teknik pernapasan yang benar, pentingnya menjaga hidrasi tubuh, hingga strategi mengatur tempo langkah kaki agar tidak mudah lelah.
Targetnya kini tidak lagi sekadar menurunkan berat badan, melainkan menjaga konsistensi performa untuk mempersiapkan diri menghadapi berbagai ajang lari. Terlebih, dalam beberapa tahun terakhir, tren acara lari di Tuban terus meningkat. Salah satunya, pada 9 Agustus 2026 mendatang, akan digelar ajang Commfair Run with Balloon Run di Universitas Ronggolawe (UNIROW) Tuban.
Dengan fasilitas publik yang semakin memadai, diharapkan produktivitas generasi muda di Tuban dapat terus meningkat. DS juga berharap masyarakat dan wisatawan yang datang baik untuk bersantai, berburu kuliner, maupun berolahraga bisa saling menjaga kebersihan fasilitas trek lari tersebut dengan tidak membuang sampah sembarangan agar keindahan Alun-Alun Tuban tetap lestari.
Penulis: Irsyad Prayoga