SOLUTIF

Menolak Punah, Kisah Legenda Es Dawet Ayu Pak Widodo yang Bertahan Sejak Tahun 2000 di Tuban

Potret: Lapak Pak Widodo

TUBAN – Di tengah gempuran aneka minuman kekinian yang memiliki banyak variasi, kesegaran kuliner tradisional tetap memiliki tempat spesial di hati masyarakat. Salah satunya adalah Es Dawet Ayu milik Pak Widodo. Pria berusia 60 tahun ini telah setia menyajikan kesegaran dawet racikannya sendiri selama lebih dari dua dekade di Bumi Wali.

Bagi masyarakat Tuban, khususnya yang sering beraktivitas di area GOR Rangga Jaya Anoraga, sosok Pak Widodo tentu sudah tidak asing lagi. Bersama istrinya, beliau sabar menanti pelanggan di balik gerobak dawetnya yang mangkal di kawasan GOR yang beralamat di Jl. Raya Semarang – Tuban No.01, Latsari, Kecamatan Tuban tersebut.

Lapaknya buka setiap hari mulai pukul 10.00 pagi hingga 16.00 sore. Namun jangan salah, meski dijadwalkan tutup sore hari, tak jarang lapak Pak Widodo sudah ludes dibeli tanpa sisa pada jam 1 atau 2 siang.

“Alhamdulillah, karena sudah lama berjualan, pelanggan sudah banyak yang kenal, terutama kalangan ibu-ibu. Jadi sering kali sebelum jam empat sore sudah habis,” ujar Pak Widodo sembari tersenyum.

Konsistensi Pak Widodo dalam menjaga kualitas rasa adalah kunci utamanya. Beliau berkisah bahwa usaha ini sudah dirintisnya sejak tahun 2000 silam. Dalam kurun waktu perjalanan usahanya, Pak Widodo sempat mencicipi kehidupan asam garam berpindah-pindah lokasi pangkalan.

“Dulu awal-awal mulainya dari Terminal Tuban, kemudian sempat pindah ke Alun-Alun Tuban, hingga akhirnya menetap di area GOR ini,” kenangnya.

Rahasia yang membuat Es Dawet Ayu ini begitu dirindukan adalah proses pembuatannya yang masih sangat tradisional dan rumahan (homemade). Di saat banyak pedagang beralih ke pewarna buatan demi kepraktisan, Pak Widodo tetap setia pada cara lama.

Bahan-bahan dasar ia beli langsung dari pasar tradisional, namun untuk dawetnya, beliau mengolah sendiri di rumah menggunakan tepung sagu murni. Warna hijau segar yang dihasilkan dawetnya berasal dari daun pandan wangi asli yang dihaluskan, diperas, kemudian disaring.

“Air perasan pandan itu diaduk bersama tepung sagu lalu dimasak sampai jadi bubur. Setelah matang, baru dimasukkan ke alat press atau cetakan. Di bawah cetakan sudah disiapkan wadah berisi air dan es batu, jadi begitu dawetnya keluar langsung terbentuk sempurna,” jelasnya mendetail.

Berkat kualitas rasa yang konsisten dan terjamin alamiannya, Es Dawet Ayu Pak Widodo tidak hanya ramai di jalanan. Kuliner ini juga kerap naik kelas menjadi hidangan langganan katering untuk menjamu tamu-tamu di berbagai acara pesta pernikahan.

Menariknya, di era digital di mana hampir semua kuliner bisa dipesan melalui aplikasi daring, Pak Widodo memilih jalan berbeda dengan murni mengandalkan penjualan offline dan hanya menerima pesanan secara personal untuk acara besar. Bagi Anda warga Tuban atau wisatawan yang sedang berkunjung ke area GOR Rangga Jaya Anoraga Tuban di siang hari yang terik, segelas Es Dawet Ayu Pak Widodo yang legendaris ini tentu menjadi pilihan yang sangat tepat untuk melepas dahaga.

Penulis: Deni Retno Sri Wahyuni

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top