
Tuban – Air Terjun Putri Nglirip yang terletak di Dusun Jojogan, Desa Mulyoagung, Kecamatan Singgahan, Kabupaten Tuban, merupakan salah satu destinasi wisata alam yang menyimpan nilai sejarah, budaya, dan cerita rakyat yang diwariskan secara turun-temurun. Selain menawarkan pemandangan alam yang indah, air terjun ini juga memiliki legenda yang masih dikenal luas oleh masyarakat.
Berdasarkan cerita masyarakat setempat, nama Nglirip berasal dari ungkapan “Ngili Golek Urip”, yang berarti mencari kehidupan. Pada masa sebelum Indonesia merdeka, kawasan ini menjadi tempat persinggahan para pejuang karena memiliki sumber mata air yang jernih, bersih, dan melimpah. Air dari kawasan tersebut dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari maupun sebagai bekal selama perjuangan. Dari kebiasaan itulah nama Nglirip kemudian dikenal hingga sekarang.
Desa Mulyoagung, lokasi Air Terjun Putri Nglirip berada, juga memiliki makna historis. Kata “Mulyo” berarti mulia atau kaya, sedangkan “Agung” berarti besar. Nama tersebut menggambarkan daerah yang kaya akan sumber mata air dengan debit yang besar sehingga menjadi penopang kehidupan masyarakat sejak dahulu.
Selain sejarah asal-usul namanya, Air Terjun Putri Nglirip juga dikenal dengan legenda yang berkembang di masyarakat. Salah satu mitos yang paling terkenal adalah kepercayaan bahwa pasangan yang bermesraan di kawasan air terjun akan mengalami putus hubungan dalam waktu 40 hari. Mitos tersebut berawal dari kisah tragis sepasang kekasih yang saling mencintai, tetapi hubungan mereka tidak direstui karena perbedaan status sosial. Sang pemuda dikisahkan tewas setelah dibunuh atas perintah keluarganya sendiri, sementara sang gadis memilih mengasingkan diri dan bertapa di gua di balik air terjun hingga menghilang. Dari kisah tersebut muncul cerita bahwa arwah sang gadis membawa kutukan bagi pasangan yang memadu kasih di kawasan Air Terjun Putri Nglirip.
Selain kisah tersebut, masyarakat juga mengenal cerita tentang sosok Putri Nglirip yang dipercaya sebagai penjaga kawasan air terjun. Dalam cerita rakyat lainnya, Putri Nglirip dikisahkan sebagai seorang gadis yang hidup pada masa Kerajaan Majapahit dan memilih bertapa di kawasan air terjun setelah kehilangan orang yang dicintainya. Berbagai versi legenda tersebut menjadi bagian dari warisan budaya lisan yang terus hidup di tengah masyarakat.
Pihak pengelola menegaskan bahwa kisah dan mitos tersebut merupakan cerita rakyat yang berkembang di masyarakat secara turun-temurun. Kebenarannya dikembalikan kepada keyakinan masing-masing pengunjung. Pengelola juga mengingatkan bahwa jodoh, rezeki, dan kematian merupakan ketentuan Tuhan Yang Maha Esa.
Seiring perkembangan zaman, Air Terjun Putri Nglirip tidak hanya menjadi tempat yang memiliki nilai sejarah dan budaya, tetapi juga berkembang sebagai destinasi wisata unggulan di Kabupaten Tuban. Sejak dikelola oleh Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) pada tahun 2017, kawasan wisata ini terus mengalami renovasi, baik dari segi fasilitas, keamanan, maupun penataan lingkungan.
Keindahan air terjun setinggi sekitar 25 meter, pemandangan alam yang asri, serta sejarah dan legenda yang melekat, Air Terjun Putri Nglirip menjadi salah satu ikon wisata Kabupaten Tuban. Keberadaannya tidak hanya menawarkan pesona alam, tetapi juga menjadi pengingat akan pentingnya menjaga warisan sejarah, budaya, dan kelestarian alam bagi generasi mendatang.
Penulis : Ismi Sofyatul Jannah