SOLUTIF

Keindahan Pantai Semilir Tarik Wisatawan, Dorong Perekonomian Masyarakat Socorejo

Foto: Papan Nama Pantai Semilir di Desa Socorejo, Kabupaten Tuban.

Tuban – Pantai Semilir yang terletak di Desa Socorejo kini menjadi salah satu destinasi wisata keluarga favorit di Kabupaten Tuban. Sejak resmi dibuka pada tahun 2019, tempat wisata ini terus menarik banyak wisatawan karena lokasinya yang strategis dan mudah dijangkau. Kondisi tersebut membuat Pantai Semilir selalu ramai, terutama pada akhir pekan.

Daya tarik utama Pantai Semilir terletak pada ombaknya yang tenang sehingga aman bagi wisatawan yang ingin bermain air. Selain itu, kawasan pantai ini dihiasi dengan banyak pohon cemara yang menciptakan suasana sejuk serta dilengkapi berbagai spot foto yang Instagramable, seperti jembatan kayu dan area untuk menikmati matahari terbenam (sunset). Pantai Semilir juga menawarkan harga tiket masuk yang terjangkau, fasilitas umum berupa musala dan toilet yang terawat, beragam jajanan yang tersedia di kawasan wisata, serta fasilitas terbaru seperti kafe dan area camping ground yang nyaman bagi wisatawan, terutama yang dari luar kota.

Foto: Suasana matahari Terbenam di Pantai Semilir Menjadi Daya Tarik Wisata Bagi Pengunjung.

Keindahan dan fasilitas yang dimiliki Pantai Semilir mendapat tanggapan positif dari para pengunjung. Salah satunya ibu Siti (33), wisatawan asal Kerek, yang mengaku telah tiga kali mengajak keluarganya berlibur ke pantai tersebut karena aksesnya mudah ditempuh, hanya sekitar 15 menit dari rumahnya.

“Pantai ini sangat cocok untuk liburan keluarga. Udaranya bagus, bersih, dan banyak spot bermain untuk anak-anak. Jarak dari rumah juga dekat, cuma 15 menit,” ujar Ibu Siti saat ditemui di lokasi, Senin (13/7/2026). 

Menurutnya, fasilitas toilet di Pantai Semilir sudah cukup bersih. Namun, ia berharap jumlahnya dapat ditambah agar pengunjung yang selesai membilas diri tidak perlu mengantri terlalu lama.

Transformasi Pantai Semilir menjadi destinasi wisata tidak lepas dari peran masyarakat setempat. Bapak Rokim (46), selaku pengelola Pantai Semilir, menceritakan bahwa sebelum resmi dibuka pada tahun 2019, kawasan tersebut hanya dimanfaatkan warga sebagai tempat memancing dan berteduh. Melihat potensi yang dimiliki, Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) kemudian berinisiatif mengelola kawasan pantai secara lebih serius. Kini, Pantai Semilir tidak hanya menjadi destinasi wisata favorit, tetapi juga mampu menggerakkan perekonomian masyarakat sekitar dengan melibatkan lebih dari 30 karyawan dan sekitar 50 pedagang. Pada akhir pekan, jumlah pengunjung bahkan dapat mencapai sekitar 3.000 orang dari pagi hingga sore hari.

Keberadaan Pantai Semilir turut memberikan dampak positif terhadap perekonomian masyarakat sekitar. Bapak Soem (52) bersama istrinya, Ismaul Rodiyah, yang telah berjualan sejak awal Pantai Semilir dibuka pada tahun 2019, mengaku usaha warung makan dan kafe yang mereka kelola menjadi salah satu sumber penghasilan keluarga. Meski demikian, Bapak Soem mengatakan pendapatan pedagang mengalami penurunan dibandingkan masa awal pembukaan pantai, meskipun saat akhir pekan jumlah pengunjung masih cukup ramai.

“Kendala terbesar kami biasanya saat cuaca ekstrem seperti angin barat dan musim hujan. Selain itu, debu yang terkadang terbawa angin dari arah pelabuhan semen juga cukup mengganggu kenyamanan pengunjung,” ujar Soem. Bapak Soem berharap pengelola terus menghadirkan inovasi sesuai perkembangan tren wisata serta memperbaiki sejumlah fasilitas yang mulai rusak agar Pantai Semilir semakin diminati wisatawan, termasuk dari luar daerah. Dengan kolaborasi yang baik antara pengelola, pedagang, dan dukungan pemerintah daerah, permata hijau di pesisir Tuban ini tentu punya potensi besar untuk terus bersinar di masa depan.

 

Penulis: Deni Retno Sri Wahyuni

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top