SOLUTIF

Hama Tikus Melanda Petani Jagung di Daerahku

Foto: Ladang Jagung Milik Pak R

SIDOMUKTI – Senyum yang biasanya terlihat di wajah para petani di Desa Sidomukti kini sirna berganti kecemasan. Pasalnya, dalam satu tahun terakhir, ratusan hektare lahan tanaman jagung di wilayah tersebut diserang hama tikus secara masif. Hewan pengerat tersebut merusak batang hingga buah jagung yang baru akan tumbuh bulirnya, membuat para petani terancam gulung tikar akibat gagal panen total.

Salah satu petani yang merasakan langsung dampak buruk dari serangan ini adalah R (53) tahun. Saat sedang di gubuk ladangnya untuk istirahat, lelah dan kecewa tampak jelas di wajah pria petani itu. Sembari memandangi hamparan tanaman jagungnya yang rusak, ia menceritakan bagaimana ganasnya serangan hama tikus pada musim tanam kali ini.

 “Serangan tahun ini luar biasa parah, mas. Tikus-tikus itu tidak cuma memakan buah jagung yang sudah tua, tapi buah jagung yang masih muda juga dilibas sampai batangnya roboh. Kalau sudah roboh begitu, otomatis tanamannya mati dan membusuk,” kata R dengan nada suara bergetar menahan kecewa.

Menurut R, kawanan tikus biasanya keluar dan menyerang pada malam hari. Berbagai upaya mandiri sebenarnya sudah dilakukan oleh warga Desa Sidomukti, mulai dari memasang racun, memasang jebakan, hingga melakukan penanaman seng memutari lahan. Namun, populasi tikus yang terlampau banyak membuat usaha mereka seolah sia-sia.”Malam ini kita racun, besoknya yang mati cuma beberapa, tapi temen-temennya yang datang malah tambah banyak. Kami sudah kehabisan akal dan modal,” tambah R sembari menunjukkan sisa-sisa tongkol jagung yang habis dicacah tikus.

Kerugian yang diderita petani tentu tidak sedikit. R mengaku, untuk modal tanam jagung di lahan seluas satu hektare, ia harus mengeluarkan uang hingga jutaan rupiah untuk membeli benih, pupuk, dan biaya perawatan. Jika kondisi normal, ia bisa mengantongi keuntungan yang cukup untuk menghidupi keluarganya. Namun sekarang, jangankan untung, untuk mengembalikan modal awal saja rasanya sudah mustahil.

Kondisi yang menimpa R juga dirasakan oleh hampir seluruh petani jagung di Desa Sidomukti. Mereka kini hanya bisa pasrah melihat tanaman yang sudah dirawat berbulan-bulan hancur dalam sekejap. Jika tidak segera ditangani, dampak ekonomi dari gagal panen ini diprediksi akan berlangsung lama dan menyulitkan kehidupan warga desa yang mayoritas menggantungkan hidup dari sektor pertanian.

Mewakili para petani di desanya, R sangat berharap adanya perhatian dan bantuan nyata dari dinas terkait, terutama dalam hal penyediaan obat-obatan pertanian yang lebih efektif atau pendampingan teknis untuk memutus rantai perkembangbiakan hama tikus.”Kami sangat berharap pemerintah atau dinas pertanian mau turun ke lapangan melihat kondisi kami. Kalau dibiarkan terus seperti ini tanpa bantuan obat atau solusi yang tepat, kami para petani kecil di Desa Sidomukti bisa benar-benar bangkrut,” pungkas R penuh harap.

 

Penulis: Irsyad Prayoga

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top