
TUBAN — Nama Chintya Amelia, atau yang lebih dikenal dengan akun TikTok @chintyaamelia, sempat menjadi perbincangan hangat warganet beberapa bulan lalu berkat konten masak dan mukbang pedasnya. Chintya dikenal sebagai perempuan asli Betawi yang aktif membagikan konten seputar masakan khas Betawi, mukbang, hingga tantangan makan pedas di akun TikTok-nya. Gaya bicaranya yang khas dan keberaniannya “bermain” dengan level kepedasan ekstrem membuat kontennya sering masuk beranda (FYP) dan disukai jutaan pengguna TikTok.
Salah satu konten yang paling ramai dibicarakan adalah video memasak dan mukbang “oblok nila” menggunakan 4 kilogram cabai rawit sekaligus. Video tersebut awalnya merupakan balasan atas permintaan salah satu warganet, dan disebut-sebut sebagai “pesanan spesial buat Ci Nana”. Videonya pun viral karena porsi cabai yang jauh dari kata wajar untuk satu masakan, sekaligus memicu rasa penasaran banyak orang tentang seperti apa sebenarnya oblok nila yang menjadi favorit Chintya ini.
Meski namanya mengandung kata “nila” yang identik dengan nama ikan, oblok nila sebenarnya bukan masakan berbahan dasar ikan. Ini adalah masakan khas Betawi yang biasanya diolah dari daging entok (itik Manila) atau bebek, dan kerap menjadi hidangan wajib di acara-acara khas Betawi seperti kondangan, selamatan, hingga arisan keluarga. Bila entok atau bebek sulit didapat, ayam kampung atau ayam pejantan juga bisa menjadi alternatif karena teksturnya yang mirip.
Ciri khas oblok adalah cara memasaknya yang cenderung sederhana dibanding botok. Jika botok dibungkus daun pisang lalu dikukus, oblok justru dimasak dengan cara “cemplung-cemplung” langsung di atas wajan atau panci hingga matang dan bumbu meresap sempurna.
Merujuk pada video yang viral serta berbagai resep oblok nila khas Betawi yang beredar, berikut beberapa tips penting yang bisa dicontek sebelum mencoba resep pedas ini di rumah:
- Pilih jenis daging sesuai selera. Entok memberi rasa gurih dengan tekstur berserat, sementara bebek punya daging yang lebih padat dan sedikit alot namun gurih. Ayam kampung bisa jadi alternatif praktis jika keduanya susah didapat.
- Panggang atau bakar daging sebelum dimasak. Langkah ini membuat tekstur daging lebih padat sehingga tidak mudah hancur saat dimasak bersama bumbu dan cabai dalam waktu lama.
- Siapkan bumbu dasar lengkap. Bumbu khas oblok umumnya terdiri dari bawang merah, bawang putih, jahe, kencur, terasi, garam, dan gula, yang dihaluskan bersama cabai sesuai level kepedasan yang diinginkan — dalam kasus Chintya, hingga 4 kg cabai rawit untuk porsi besar.
- Tambahkan air asam jawa. Sentuhan asam ini penting untuk menyeimbangkan rasa gurih dan pedas agar tidak eneg saat disantap dalam porsi banyak.
- Masak dengan api sedang-kecil. Api yang terlalu besar berisiko membuat daging cepat hancur namun bumbu belum meresap sempurna. Masak hingga air menyusut sesuai selera, atau sisakan sedikit kuah jika ingin oblok nila dengan tekstur lebih basah.
- Sesuaikan level pedas. Bagi yang ingin mencoba di rumah namun tidak setahan Chintya, jumlah cabai rawit bisa disesuaikan drastis — tidak perlu sampai hitungan kilogram untuk mendapatkan cita rasa oblok nila yang otentik.
- Koreksi rasa sebelum diangkat. Pastikan rasa gurih, pedas, dan asam sudah seimbang di lidah sebelum masakan diangkat dan disajikan bersama nasi hangat.
Meski videonya sudah viral beberapa bulan lalu, konten oblok nila 4 kg cabai rawit milik Chintya Amelia masih kerap muncul kembali di linimasa TikTok, bahkan menginspirasi banyak kreator lain untuk membuat versi “recook” dengan level kepedasan masing-masing. Bagi pencinta makanan pedas, resep oblok nila ala Chintya Amelia ini bisa jadi tantangan seru sekaligus cara baru menikmati kuliner khas Betawi di rumah.
Penulis: Athi’atul Maula Alfarichah