
TUBAN 16/07/2026 – Jika sebagian besar sekolah dasar menggelar kegiatan pramuka setiap satu minggu sekali, pemandangan berbeda justru terlihat di UPT SD Negeri Pliwetan. Sekolah ini memiliki ritme unik dengan secara konsisten menyelenggarakan pelatihan kepramukaan rutin setiap dua minggu sekali pada hari jumat, mulai pukul 14.00 hingga 15.30 WIB. Meskipun polanya berbeda, kegiatan yang berlangsung di lingkungan sekolah ini tetap efektif dan wajib diikuti oleh seluruh siswa dari kelas 3 hingga kelas 6 untuk membentuk karakter, kedisipilinan, dan kemandirian sejak dini.
“Langkah ini diambil agar kegiatan kepramukaan dapat berjalan bergantian secara adil dengan ekstrakurikuler olahraga lainnya, seperti voli dan futsal.” Jelas Pembina pramuka UPT SD Negeri Pliwetan Saat di wawancarai.
Mengenai materi, pihak gugus depan memang sudah menyesuaikannya, materi untuk kelas 3 hingga kelas 6 tentu berbeda. Langkah ini diambil agar setiap siswa mendapat porsi pembelajaran yang tepat dan sesuai dengan perkembangan.
Siswa kelas 3 dan kelas 4 awal yang rata-rata berusia 7 hingga 10 tahun masuk ke dalam golongan pramuka siaga. pada tingkatan ini, materi difokuskan pada pembentukan karakter dasar, pengenalan identitas diri, serta ketangkasan sederhana. Para siswa diajarkan menghafal dwisatya dan dwidarma, mengenal arah mata angin, menjaga kerapian berpakaian, serta mengikuti permainan kelompok untuk melatih kekompakan.
Sementara itu, siswa kelas 5 dan kelas 6 mendapatkan materi yang jauh lebih mendalam sebagai golongan pramuka penggalang. Mereka dibekali dengan pemahaman dan pengamalan nilai-nilai dasadarma, praktik tali-temali (pioneering), latihan baris-bebaris (LBB), hingga belajar memecahkan berbagai sandi kepramukaan.
Selain materi, penanaman karakter juga dilakukan melalui pembiasaan menyanyikan lagu Hymne pramuka sebelum latihan dimulai untuk menanamkan rasa cinta tanah air. Seluruh siswa dari kelas 3 hingga kelas 6 juga sering disatukan dalam kegiatan outbound bersama untuk mencairkan suasana sekaligus untuk melatih kerja sama tim, kepemimpinan, dan kekompakan.
Melalui kombinasi materi yang terstruktur dan kegiatan luar ruangan ini, UPT SD Negeri Pliwetan membuktikan bahwa kualitas dan struktur jauh lebih peting dari pada jumlah pertemuan. Pihak sekolah berharap, pola ini konsisten mencetak siswa yang berkarakter kuat, mandiri, dan memiliki jiwa pemimpin.
Penulis: Anggi Rachma Nafi’ah