SOLUTIF

Proses Budidaya Ikan Kerapu Di Desa Labuhan

Foto: Bapak Rohim Saat Proses Pengiriman Ikan Keluar Kota

Lamongan Budidaya ikan kerapu yang ada di Desa Labuhan, kecamatan Brondong, Kabupaten Lamongan menjadi salah satu desa dengan potensi perikanan tambak yang besar hingga dikenal sebagai Kampung Kerapu. Selain memiliki potensi perikanan yang besar, adanya budidaya ini juga menjadi salah satu usaha yang paling unggul bagi beberapa masyarakat Desa Labuhan.

Salah satu pembudidaya ikan kerapu, Bapak Rohim, mengatakan bahwa proses budidaya tidaklah mudah, sebelum memulai budidaya ada berbagai tahap yang harus dipersiapkan seperti perbaikan lahan, pengeringan, persiapan obat, pemilihan bibit benih dan perawatan hingga ikan siap di panen.

“Langkah awal proses sebelum memulai budidaya kita harus memperbaiki lahan dan pengeringan lahan kurang lebih selama 1 bulan, setelah proses pengeringan lahan kemudian dikasih obat untuk membunuh bakteri yang tersisa seperti tiram dan pemberian obat ini berlangsung selama 1 minggu lalu di bersihkan lagi dan setelah itu baru di isi dengan air yang bersih dengan jangka 1 minggu baru bibit benih di tebar.” ucapnya saat diwawancarai

Proses budidaya ikan kerapu ini memerlukan waktu cukup lama mulai dari penebaran bibit benih hingga ikan siap di panen. Setelah melewati beberapa tahapan awal hingga siap panen, ikan akan dikirim di berbagai restoran luar kota, dipasarkan kepada beberapa penjual yang ada dipasar.

“Untuk penebaran bibit ini, saya benar-benar memilih bibit yang sehat agar masa pertumbuhanya lebih maksimal. Selama proses pemeliharaan, ikan diberi pakan setiap hari secara rutin dan  kondisi air selalu dipantau agar ikan tidak gampang terkena penyakit. Proses panen ikan membutuhkan waktu selama 9 bulan untuk menghasilkan ikan kerapu dengan ukuran 7-8cm, setelahnya ikan kerapu ini diproses untuk dikirim di restoran luar kota dan pulau seperti Jakarta dan Bali dan dipasarkan di beberapa penjual ikan dipasar untuk dijual lagi di beberapa desa.” Ucapnya saat diwawancarai

Bapak rohim juga menjelaskan bahwa ada juga pantangan atau kendala seperti cuaca yang dingin dan saat musim hujan juga banyak ikan yang kehilangan nafsu makan yang dapat mengurangi hasil panen.

“Biasanya kalau cuaca sangat dingin itu bisa mengurangi masa perkembangan dan makanya juga berkurang seperti saat musim hujan, ikan banyak yang kehilangan nafsu makan akibat penyakit kembung yang biasanya terjadi saat musim dingin ini jadi mengurangi hasil panen. Ya   meski banyak tantangan kendala, kita juga tetap berusaha menjaga kualitas ikan supaya pembeli itu tidak kecewa.” Ucapnya saat diwawancarai   

Budidaya ikan kerapu di Desa Labuhan ini tidak hanya memberi keuntungan bagi para pembudidaya, tapi juga membuka lapangan pekerjaan untuk masyarakat sekitar, mulai dari proses pemeliharaan juga distribusi hasil panen.

“Saya juga berharap semoga budidaya ikan kerapu di Desa Labuhan ini bisa terus berkembang, semakin maju. Semoga setiap hasil panen selalu mendapat hasil yang berkualitas, pemasaran juga semoga semakin luas dan usaha ini bisa meningkatkan sumber perekonomian warga Desa Labuhan.” Ucap Bapak Rohim 

 

Penulis: Dian Sinta Bella 

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top