SOLUTIF

Manisnya Rezeki di Balik Terik, Kisah Pak Budi Pedagang Es Krim Abipraya Tuban

Foto: Pak Budi berpose saat setelah diwawancarai beberapa waktu lalu

Tuban — Cuaca terik matahari di Tuban, belakangan ini terasa begitu menyengat, menghantarkan pengunjung untuk menjajali jajanan penawar dahaga. Beliau adalah Pak Budi (45) pria paruh baya yang kini menggeluti dunia dagang es krim keliling yang menjadi sosok penyelamat dahaga pengunjung taman Abipraya.

Pak Budi sudah menjajakan es krim dagangannya selama enam tahun, sebelum es krim, beliau bekerja sebagai pedagang mainan keliling di sekolah-sekolah. Beliau juga menambahkan, pernah berjualan stiker di Surabaya, namun harus berhenti, sehingga memutuskan merantau di Tuban.

“Aku sudah enam tahun berjualan es krim, kalo dulunya aku jualan mainan selama 14 tahun. Ya, mandek karena covid itu, terus sebelumnya jualan stiker tujuh tahunan lah” ungkapnya sembari mengingat perjalanannya.

Beliau juga menambahkan kurang lebih sudah tujuh bulan berdagang es krim di Abipraya, bersaing dengan pedagang-pedagang lainnya. Es krim Pak Budi adalah yang paling dicari, beliau menuturkan pasokan es krim yang diambil adalah merek yang memiliki cita rasa paling enak, dibanding beberapa merek lainnya yang sudah pernah ia coba.

Harga untuk satu es krim, ia bandrol sebesar Rp5.000 saja, dengan berbagai varian rasa. Di tengah himpitan ekonomi yang terus mencekik, ada kalanya pendapatan Pak Budi tidak sesuai dengan target, kadang hanya puluhan ribu saja, namun beliau tetap bersyukur. Menurutnya jalur rezeki sudah ada yang mengatur tidak akan tertukar satu dengan yang lainnya.

Pelanggan es krim Pak Budi dari segala kalangan, namun yang paling banyak adalah dari kalangan anak kecil dan juga remaja yang sedang bersantai di Abipraya.

Selain menetap di Abipraya beliau terkadang juga keliling jika ada keramaian.

“kalau ada acara sekolah ya keliling, kalau gaada ya di sini ae,” ujar Pak Budi.

Pak Budi menambahkan omsetnya bertambah pada Sabtu sore dan Minggu pagi, beliau mengatakan di hari tersebut ramai anak-anak yang bermain di taman Abipraya.

Menurutnya, bekerja sebagai apapun dan besar atau kecil pendapatannya, akan terus ia tekuni beliau mengungkapkan selama kebutuhan keluarganya terpenuhi beliau akan terus bersemangat dalam melakoni dagangannya.

Penulis: SASKIA NANDITA AMARA

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top