
Tangerang Banten, 25 April 2026— Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) terus memperluas akses pendidikan bagi seluruh anak Indonesia melalui program Pendidikan Jarak Jauh (PJJ). Pada tahun 2026, program ini menargetkan sebanyak 3.500 Anak Tidak Sekolah (ATS) yang tersebar di 34 provinsi.
Upaya ini dilakukan sebagai bentuk komitmen pemerintah dalam memberikan layanan pendidikan yang inklusif, adil, dan bermutu, khususnya bagi anak-anak yang menghadapi berbagai kendala seperti keterbatasan geografis, ekonomi, maupun faktor lainnya.
Dalam kesempatan tersebut, Abdul Mu’ti (Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Indonesia) menyampaikan pesan dari Presiden Prabowo Subianto yang menegaskan pentingnya perluasan akses pendidikan melalui PJJ, khususnya pada jenjang menengah. Ia menuturkan bahwa pemerintah saat ini tengah berupaya membangun studio pembelajaran yang memungkinkan guru-guru terbaik mengajar siswa dari berbagai daerah di Indonesia secara terpusat.
“Pemerintah berusaha membangun studio, di mana guru-guru hebat dapat mengajar anak-anak di seluruh Indonesia demi mewujudkan layanan pendidikan bermutu untuk semua anak Indonesia,” ungkap Abdul Mu’ti.
Lebih lanjut, pemerintah juga mendorong agar proses pembelajaran dapat dilakukan secara real time. Dengan dukungan teknologi yang semakin berkembang, siswa di berbagai wilayah diharapkan tetap dapat belajar secara langsung dengan tenaga pengajar berkualitas, termasuk yang berada di Jakarta.
Hal ini dinilai sangat memungkinkan untuk diwujudkan melalui platform digital seperti Rumah Pendidikan yang telah dikembangkan sebagai layanan publik yang dapat diakses oleh siapa saja.
Program PJJ sendiri telah mulai diimplementasikan pada tahun 2025 melalui dua sekolah induk, yakni Sekolah Indonesia Kota Kinabalu (SIKK) di Malaysia dan SMAN 2 Padalarang di Jawa Barat. Pada tahun 2026, program ini mengalami peningkatan signifikan dengan melibatkan 21 sekolah induk dan 62 sekolah mitra yang akan berkolaborasi dalam pelaksanaannya.
Dengan perluasan ini, pemerintah berharap tidak ada lagi anak Indonesia yang tertinggal dalam mendapatkan pendidikan, serta mampu menjawab berbagai tantangan pendidikan di era digital saat ini.
Penulis : Sita Devi Alfiyah