
Tuban – suasana haul sunan bonang yang khitmat malam itu, pada tanggal 25 juni 2026. Seorang pemuda inisial W yang tengah duduk santai bersama dua temannya mendadak kaget setelah punggungnya tersenggol tongkat kayu milik seorang bapak tua penyandang tunanetra yang tengah melintas di tengah kerumunan jamaah.
Peristiwa tersebut terjadi ketika acara haul berlangsung dan ratusan hadirin duduk di halaman alun-alun mengikuti rangkaian pembacaan sholawat nabi. Di salah satu sudut kerumunan, pemuda inisial W dan dua temannya sedang duduk santai sambil menikmati makanan dan minuman, sebelum insiden kecil itu terjadi tanpa diduga.
Pemuda inisial W semula mengira ada anak kecil yang melempar sesuatu ke arahnya. Namun setelah menoleh, ia baru menyadari sesuatu yang menyentuh punggungnya adalah tongkat bapak tua tunanetra yang tengah menavigasi jalan di antara kerumunan menuju arah panggung.
Kejadian itu memicu reaksi sepontan dari pemuda inisial W dan dua temanny tersebut. pemuda inisial W sigap menyelamatkan makanan di depannya, sementara dua temannya hanya terpaku menyaksikan bapak tua tersebut melangkah menembus kerumunan. Di tengah kepanikan sesaat itu, es kuwut milik salah satu teman pemuda inisial W yang masih penuh terpijak dan tumpah begitu saja.
‘’Kenapa esnya ngga kamu ambil?’’ tanya pemuda inisial W dengan nada heran.
‘’Aku syok, tiba-tiba banget. Enak-enak duduk…’’jawab salah satu temannya pemuda inisial W yang esnya tupah, dengan ekspresi yang masih kelihatan linglung.
Sementara itu bapak tunanetra tersebut tetap melanjutkan langkahnya dengan mengandalkan tongkat kayu sebagai penunjuk arah. Dalam perjalanannya, ada seorang jamaah yang sempat menghampiri dan mempersilakannya duduk sejenak sebelum ia kembali melanjutkan langkahnya menyusuri kerumunan.
Selama kurang lebih dua puluh menit, sosok bapak tua itu masih terlihat berkeliling di antara para hadirin, sebelum akhirnya menghilang tanpa di ketahui ke mana arah kepergiannya.
Penulis: Rahma Oktavia Firdaus