
Tuban, Rabu (10/6/2026) – Di tengah ramainya aktivitas masyarakat yang berkunjung ke Taman Kota Tuban, terdapat sosok pedagang kaki lima yang cukup dikenal oleh pengunjung, yakni Cak Agus, penjual telur gulung yang setiap hari menjajakan dagangannya di kawasan taman. Kehadirannya menjadi salah satu pelengkap suasana taman yang ramai oleh warga yang datang untuk bersantai, berolahraga, maupun menghabiskan waktu bersama keluarga.
Saat ditemui dan diwawancarai pada Rabu, 10 Juni 2026, Cak Agus mengaku telah berjualan telur gulung di Taman Kota Tuban selama kurang lebih satu tahun. Selama kurun waktu tersebut, ia telah memiliki banyak pelanggan tetap, terutama anak-anak dan remaja yang gemar menikmati jajanan sederhana dengan harga terjangkau.
“Kalau jualan di sini saya sudah lama, sekitar satu tahunan,” ujar Cak Agus.
Menurutnya, memilih berjualan telur gulung bukan tanpa alasan. Ia menilai jajanan tersebut cukup mudah dibuat dan tidak membutuhkan proses yang rumit. Selain itu, bahan-bahan yang digunakan juga sederhana sehingga memudahkan dirinya dalam menjalankan usaha sehari-hari.
“Saya memilih jualan telur gulung karena bumbu dan cara pembuatannya simpel aja, Mas,” katanya.
Telur gulung sendiri merupakan salah satu jajanan yang masih populer di kalangan masyarakat. Proses pembuatannya yang unik, yakni dengan menggulung telur menggunakan tusuk bambu saat digoreng, sering kali menarik perhatian pembeli, terutama anak-anak yang penasaran melihat cara pembuatannya.
Selain menawarkan jajanan yang digemari banyak orang, Cak Agus juga menikmati pekerjaannya karena memiliki kebebasan dalam menentukan jam kerja. Tidak seperti pekerja pada umumnya yang terikat aturan dan jadwal tertentu, ia dapat menyesuaikan waktu berjualan sesuai dengan kondisi dan keinginannya.
“Kalau jualannya tergantung mood saya. Kalau pengen siang ya siang, kalau malam ya malam. Karena kerja nggak ngikut orang, jadi enak mau jualan jam berapa aja,” ungkapnya sambil melayani pembeli.
Fleksibilitas tersebut menjadi salah satu alasan mengapa ia memilih berwirausaha. Dengan mengatur sendiri waktu berjualan, Cak Agus merasa lebih nyaman dalam menjalani aktivitas sehari-hari tanpa tekanan dari jadwal kerja yang ketat.
Tak hanya itu, pemilihan lokasi di Taman Abhipraya Tuban juga didasarkan pada kenyamanan yang dirasakannya selama berjualan di tempat tersebut. Ia mengaku menyukai suasana taman yang sejuk dan rindang karena banyak pepohonan yang memberikan keteduhan.
” saya milih lokasi di sini karena udaranya adem banyak pohon,” tuturnya.
Menurutnya, suasana yang nyaman tidak hanya dirasakan oleh dirinya sebagai pedagang, tetapi juga oleh para pengunjung yang datang. Banyak pembeli yang memilih menikmati telur gulung sambil duduk santai di bawah pepohonan atau di area taman yang teduh sambil menikmati suasana sore hari.
Keberadaan Cak Agus sebagai pelaku usaha mikro di Taman Abhipraya Tuban menunjukkan bahwa usaha sederhana dapat menjadi sumber penghasilan yang menjanjikan jika dijalankan dengan tekun. Meskipun hanya menjual telur gulung, ia mampu bertahan selama satu tahun dan terus melayani kebutuhan jajanan para pengunjung taman.
Di tengah perkembangan berbagai jenis kuliner modern, telur gulung tetap memiliki tempat tersendiri di hati masyarakat. Dengan cita rasa khas dan harga yang ramah di kantong, jajanan ini masih menjadi pilihan favorit bagi banyak orang, khususnya anak-anak dan kalangan muda yang sering berkunjung ke Taman Abhipraya Tuban.
Melalui usahanya, Cak Agus berharap dapat terus berjualan dan mendapatkan dukungan dari para pengunjung Taman Abhipraya Tuban agar usahanya semakin berkembang di masa mendatang. Kehadirannya juga menjadi bukti bahwa usaha kecil yang dijalankan dengan kesabaran dan ketekunan mampu bertahan serta memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar
Penulis: Rahadyan Arya Hamdani