SOLUTIF

Samba Tertahan di Gurun Maroko Paksa Brasil Berbagi Angka

Source: @fifaworldcup

Pertandingan besar di babak penyisihan grup bergulir pada Minggu (14/6) pukul 05.00 WIB. Laga ini mempertemukan Brasil, raksasa sepak bola peringkat ke-6 FIFA, melawan Maroko yang berada di peringkat ke-7. Timnas Maroko sendiri tidak dapat dipandang remeh karena diperkuat oleh sejumlah bintang liga Eropa, seperti Achraf Hakimi (PSG) yang baru saja menjuarai Liga Champions secara beruntun (back-to-back), serta Brahim Diaz (Real Madrid). Maroko juga memiliki kiper andalan yang dinobatkan sebagai salah satu penjaga gawang terbaik pada Piala Dunia edisi sebelumnya. Berkat performa dan penyelamatan (save) gemilangnya, ia bahkan sampai dibuatkan patung penghormatan. Hal ini menjadi bukti nyata bahwa Maroko bukanlah squad yang bisa dipandang sebelah mata oleh tim-tim besar lainnya. Terlebih lagi, Maroko kini berada di peringkat ke-7 FIFA—sebuah catatan menonjol yang wajib diwaspadai oleh setiap lawan yang akan mereka hadapi.

Kick-off babak pertama resmi dimulai pada pukul 05.00 WIB di Stadion New York New Jersey. Laga sengit ini dihadiri langsung oleh 80.663 suporter dari kedua tim yang memadati seisi stadion. Tidak hanya ramainya suporter, sejumlah legenda sepak bola dunia seperti Ronaldo Nazario, Kaka, Roberto Carlos, dan Zinedine Zidane juga tertangkap kamera turut hadir di tribun penonton untuk menikmati jalannya pertandingan.

Pertandingan berjalan sengit sejak awal. Pada menit ke-20, Maroko mengejutkan penonton dengan mencetak gol lebih dulu lewat Ismael Saibari. Gol ini tercipta berkat strategi serangan balik yang rapi, di mana Brahim Diaz memberikan umpan terobosan yang langsung diselesaikan dengan tenang oleh Saibari ke gawang Brasil yang dikawal Alisson. Tidak butuh waktu lama bagi Brasil untuk membalas. Di menit ke-31, Vinicius Jr. sukses menyamakan skor menjadi 1-1. Pemain bernomor punggung 7 ini melakukan aksi individu, masuk dari sisi kanan pertahanan Maroko, lalu melepaskan tendangan keras yang gagal dihadang oleh kiper Maroko, Bono.

Karena tensi permainan makin panas, para pemain Brasil terpaksa bermain keras untuk menahan gempuran Maroko. Hasilnya, Casemiro terkena kartu kuning di menit ke-36 setelah sengaja menghentikan serangan balik Maroko. Selang beberapa menit, tepatnya di menit ke-43, giliran Roger Ibanez yang juga dihadiahi kartu kuning oleh wasit. Perpanjangan waktu babak pertama (menit 45+2), Brasil seandainya bisa berbalik unggul lewat Lucas Paqueta. Ia melakukan tendangan salto indah di depan gawang, namun sigap Bono dalam menepis bola membuat peluang emas tersebut gagal berbuah gol. Hingga wasit meniup peluit akhir babak pertama di menit 45+4, skor kedua tim masih sama kuat 1-1. Setelah babak pertama berakhir imbang 1-1, kedua tim terbukti sama-sama kuat. Brasil tampil memukau lewat permainan operan dari bawah (build-up), sementara Maroko sangat berbahaya lewat serangan balik cepatnya.

Memasuki babak kedua, pelatih Brasil, Carlo Ancelotti, langsung merubah strategi dengan memasukkan Danilo dan Fabinho. Mereka menggantikan Roger Ibanez dan Casemiro yang sebelumnya sudah terkena kartu kuning, demi mengamankan area pertahanan dari risiko kartu merah.

Di babak kedua, Maroko justru tampil lebih agresif dan rajin menyerang dibanding babak pertama. Ancelotti kembali memasukkan Cunha dan Luiz Henrique di menit ke-61 untuk menggantikan Lucas Paqueta dan Igor Thiago. Strategi ini hampir membuahkan hasil pada menit ke-81 ketika Cunha mendapat peluang emas, sayangnya tendangan tepat sasaran tersebut masih bisa diamankan oleh kiper Maroko, Bono.

Tak mau kalah pelatih Maroko, Tarik Sektioui juga memperbaiki timnya. Di menit ke-65, ia menarik keluar Brahim Diaz dan Azzedine Ounahi untuk memasukkan C. Talbi dan Samir El-Maurabet. Maroko kembali memasukkan Salah-Eddine dan Amaimouni di menit ke-80, bersamaan dengan Brasil yang memasukkan Bruno untuk menggantikan Danilo. Menjelang akhir laga pada menit ke-89, Ismael Saibari digantikan oleh Sofiane Rahimi.

Banyaknya pergantian pemain ini sangat wajar karena merupakan laga perdana kedua tim di Piala Dunia 2026. Meski kedua pelatih saling adu strategi dan banyak keberhasilan tercipta di babak kedua, pertahanan kokoh kedua tim membuat skor imbang 1-1 bertahan hingga laga usai.

Vinicius Jr. terpilih sebagai Pemain Terbaik (Man of the Match) berkat gol indahnya. Di sisi lain, megabintang Brasil, Neymar, menjadi sorotan karena hanya duduk di bangku cadangan akibat cedera. Banyak suporter berharap ia segera pulih, mengingat turnamen ini digadang-gadang akan menjadi Piala Dunia terakhirnya sebelum pensiun.

Source: @433

Penulis: M. Shofwan Khusni Mubarok

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top