
Tuban, 7 Juni 2026 – Di tengah ramainya kegiatan Car Free Day (CFD), salah satu jajanan tradisional yang berhasil menarik perhatian pengunjung adalah es potong jadul. Jajanan yang telah dikenal sejak puluhan tahun lalu ini tampak ramai dibeli oleh berbagai kalangan, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa.
Es potong jadul yang dijual dengan berbagai varian rasa, seperti cokelat, kacang hijau, ketan hitam, melon, nangka, anggur, alpukat, buah naga, jeruk, durian dan stroberi, menjadi salah satu kuliner favorit pengunjung CFD. Selain menawarkan rasa yang khas, harga yang terjangkau membuat jajanan ini semakin diminati.
Menariknya, pembeli es potong tidak hanya berasal dari generasi yang pernah menikmati jajanan tersebut pada masa kecilnya. Banyak generasi milenial dan Gen Alpha yang turut memburu es potong karena penasaran dengan cita rasa jajanan tradisional yang kini mulai jarang ditemukan.
Salah seorang pengunjung CFD, Lila (21), mengaku tertarik membeli es potong karena sering melihat jajanan tersebut di media sosial. Menurutnya, es potong memiliki rasa yang unik dan memberikan pengalaman berbeda dibandingkan es krim modern.
“Awalnya penasaran karena sering muncul di media sosial. Setelah mencoba, ternyata rasanya enak dan menyegarkan. Harganya juga murah,” ujarnya.
Sementara itu, pedagang es potong mengaku penjualannya meningkat setiap kali CFD berlangsung. Ramainya pengunjung membuat dagangannya sering kali habis sebelum acara berakhir.
Menurutnya, banyak orang tua yang membeli es potong untuk mengenang masa kecil mereka, sedangkan anak-anak dan remaja tertarik karena ingin mencoba jajanan yang dianggap legendaris tersebut.
Keberadaan es potong jadul di CFD menunjukkan bahwa kuliner tradisional masih memiliki tempat di hati masyarakat. Di tengah perkembangan berbagai makanan dan minuman modern, jajanan sederhana ini tetap mampu bertahan dan bahkan kembali populer di kalangan generasi muda.
Dengan cita rasa yang khas, harga yang ramah di kantong, serta nilai nostalgia yang dimilikinya, es potong jadul menjadi bukti bahwa kuliner tradisional dapat terus eksis dan diminati lintas generasi
Nindi Widyawati Cahya Ningrum