SOLUTIF

Wajah Baru Taman Abipraya, Penjual Pentol Ikut Untung

Pak Miftahul tersenyum usai diwawancarai mengenai meningkatnya jumlah pembeli di Taman Abipraya

Tuban – Revitalisasi Taman Abipraya di Kabupaten Tuban membawa dampak positif bagi para pedagang yang mencari nafkah di sekitar kawasan tersebut. Salah satu yang merasakan manfaatnya adalah Miftahul, penjual pentol yang telah berjualan di Taman Abipraya sejak tahun 2020. Menurutnya, jumlah pembeli meningkat setelah pembangunan Taman Abipraya yang baru dibandingkan dengan kondisi taman sebelumnya.

Miftahul mulai berjualan setiap hari dari pukul 09.00 hingga 21.00 WIB. Ia memilih berjualan di kawasan Taman Abipraya karena ingin memiliki usaha sendiri. Keberadaan taman yang menjadi tempat berkumpul masyarakat dinilai memberikan peluang yang baik untuk menjalankan usahanya.Saat ditemui pada Rabu (10/6/2026), Miftahul mengungkapkan bahwa hari Sabtu dan Minggu menjadi waktu paling ramai bagi usahanya. Pada akhir pekan, jumlah pengunjung taman meningkat sehingga penjualan pentol yang ia jual juga mengalami kenaikan.
“Kalau Sabtu sama Minggu biasanya lebih ramai, Mbak. Soalnya banyak orang yang datang ke taman, jadi yang beli pentol juga lebih banyak daripada hari biasa,” ujar Miftahul.

Dari hasil berjualan, Miftahul mengaku memperoleh penghasilan sekitar Rp400.000 hingga Rp 500.000 per hari dalam kondisi normal. Namun, saat jumlah pengunjung menurun, pendapatannya turun menjadi sekitar Rp 300.000 per hari. Sebaliknya, ketika taman ramai dikunjungi masyarakat, penghasilannya dapat mencapai sekitar Rp 1 juta dalam sehari.
“Kalau biasanya sehari dapat sekitar Rp 400.000 sampai Rp 500.000. Kalau lagi sepi ya paling Rp 300.000, tapi kalau ramai bisa sampai Rp1 juta sehari,” katanya.

Menurut Miftahul, perubahan terbesar yang ia rasakan adalah meningkatnya jumlah pembeli setelah Taman Abipraya selesai direvitalisasi. Taman yang baru dinilai lebih menarik dan nyaman karena dilengkapi berbagai fasilitas, seperti area bermain anak, suasana yang sejuk, serta adanya ikon pesawat yang baru dipasang sebagai daya tarik tambahan. Hal tersebut membuat taman ini semakin ramai dikunjungi, terutama oleh anak-anak sekolah dan keluarga. Kondisi tersebut secara langsung berdampak pada peningkatan penjualan para pedagang di sekitar taman.
“Sejak taman yang baru jadi, pembelinya memang lebih ramai. Dulu waktu tamannya belum seperti sekarang tidak seramai ini. Sekarang pengunjungnya lebih banyak, dan jualan saya jadi lebih laku,” ungkap Miftahul.

Meski mengalami peningkatan pendapatan, Miftahul mengaku masih menghadapi tantangan selama berjualan. Salah satu kendala yang sering dihadapi adalah ketika petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) melakukan penertiban di kawasan taman. Untuk mengatasinya, ia biasanya berpindah sementara ke lokasi lain hingga situasi kembali memungkinkan untuk berjualan.
“Kalau ada Satpol PP biasanya saya geser dulu cari tempat lain. Nanti kalau sudah aman, baru balik jualan lagi di sini,” tuturnya.

Peningkatan jumlah pembeli yang dirasakan Miftahul menunjukkan bahwa pembangunan fasilitas publik tidak hanya memberikan manfaat bagi masyarakat sebagai ruang terbuka publik yang ramah keluarga dan tempat rekreasi yang asri di Tuban, tetapi juga berdampak pada peningkatan ekonomi para pedagang kecil.

 

Penulis : Nabila Putri Amelia

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top