SOLUTIF

Harga Semangka dan Melon Melonjak 35 Persen, Dipicu Gagal Panen dan Lonjakan Permintaan

Salah satu Toko Buah Di Babat, Kabupaten Lamongan

TUBAN (30/04/2026) – Harga komoditas buah semangka dan melon di pasar domestik mengalami kenaikan signifikan hingga mencapai 35 persen. Lonjakan harga ini menjadi sorotan di sektor ekonomi pangan lantaran berdampak langsung pada daya beli masyarakat.

Pertama, kegagalan panen di sejumlah wilayah sentra produksi akibat anomali cuaca dan curah hujan yang tinggi. Kondisi tersebut menyebabkan kualitas buah menurun drastis dan volume produksi tidak maksimal.

“Para petani mengalami kerugian besar karena intensitas hujan yang tinggi menyebabkan buah membusuk sebelum masa panen. Keterbatasan stok di pasar inilah yang memicu lonjakan harga,” ujar Naufal, salah satu petani setempat.

Faktor kedua adalah tingginya permintaan pasar yang tidak sebanding dengan ketersediaan stok.

Semangka dan melon tetap menjadi pilihan utama masyarakat untuk konsumsi harian maupun keperluan acara formal, sehingga hukum pasar berlaku: ketika pasokan menipis dan permintaan meningkat, harga akan melambung.

Seorang pedagang buah, Kartono, mengungkapkan dilema yang dihadapi para pelaku usaha retail.

“Kami kesulitan mendapatkan stok, sementara minat pembeli sangat tinggi. Harga kulakan dari tingkat petani sudah tinggi, sehingga kami terpaksa menyesuaikan harga jual agar tidak merugi,” tuturnya.

Berdasarkan pantauan di lapangan, pergeseran harga terlihat sangat kontras yaitu Semangka sebelumnya Rp5.000/kg, kini melonjak menjadi Rp9.500/kg, sedangkan Melon sebelumnya Rp9.000/kg, kini menembus angka Rp17.000/kg.

Harga tersebut merupakan rata-rata untuk kualitas reguler, sedangkan untuk kualitas premium yang masuk ke pasar modern (supermarket), harga dibanderol jauh lebih tinggi.

Kondisi ini memberikan dampak ekonomi ganda; kerugian di tingkat produsen (petani) dan beban tambahan bagi konsumen akhir. Hingga saat ini, stabilitas harga masih bergantung pada perbaikan kondisi cuaca.

Banyak pihak berharap cuaca segera membaik agar siklus panen kembali normal dan pasokan pangan, khususnya buah-buahan, kembali stabil dengan harga yang wajar.

 

Penulis: Wildan Bintang Prayoga

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top