
Tuban – Setelah direlokasi, banyak warung di pantai klero kini tampak sepi. Meskipun pantai tersebut saat ini menjadi salah satu destinasi primadona bagi masyarakat kecamatan palang dan sekitarnya. Hal ini diakibatkan oleh pengunjung yang engan untuk mampir, Gesikharjo, Senin, (8/6/2026).
Kondisi ini telah berlangsung sejak akhir tahun 2024. Meskipun sebelumnya warung di sepanjang pantai sangat ramai pembeli.
Ibu Maryamah salah satu pemilik warung menuturkan, ia sudah dua tahun berjualan di lokasi tersebut. Namum hingga saat ini warung sepi dan banyak yang tutup.
Masih menurut Ibu Maryamah, ia menceritakan bahwa sebelumnya pedagang menempati lahan di sepanjang bibir pantai sebelum pindah di lokasi yang sekarang.
Ketika masih berada di tempat yang lama, ia mengaku banyak sekali pengunjung yang mampir kewarungnya untuk mebeli makanan dan minunam. Namum, semenjak adanya pemindahan pendagang ke sebelah selatan (seberang jalan), omset warungnya kini turun drastis.
“Dulu saat berjualan di bibir pantai, pembeli ramai karena tempatnya langsung di depan pantai dan di tepi jalan. Setelah pindah ke sini, pengunjung mulai sepi dan pendapatan juga turun” kata Ibu Maryamah.
Bu Maryamah melanjutkan, banyak pedagang lain yang kini sudah mulai malas untuk membuka warung. Alasannya karena lokasi yang terlalu masuk sehingga banyak pengunjung yang engan untuk mampir.
“Penjual lainnya sudah malas jualan di sini, lokasi warungnya terlalu masuk, jadi pembeli jarang mampir” ujar Ibu Maryamah.
Awalnya, pada akhir 2024, pemerintah desa Gesikharjo mempunyai program penataan ruang untuk mengembangkan kawasan pantai. Meskipun program ini sangat baik, tetapi sampai sekarang masih belum maksimal.
“Mau gimana lagi nak, sudah keputusan dari desa di suruh pindah kesini, tapi kalo mau di pindah lagi kesana saya juga mau” ujar Bu Maryamah sambil bercanda.
Biarpun saat ini banyak pemilik warung yang memilih tutup, Bu Maryamah masih terus rajin membuka warungnya. Sekalipun pendapatan tidak maksimal semangat Bu Maryamah tidak pernah surut. Alasannya berjualan adalah sumber penghasilannya sehari-hari.
”Ya kerjaannya cuma ini, jadi tak jalani aja, nak” sambung Bu Maryamah.
Kedepannya, Ibu Maryamah berharap kondisi warung di pantai klero bisa kembali ramai seperti sebelum mereka direlokasi ke sebelah selatan jalan.
Penulis: Ica Febriyanti