SOLUTIF

Wajah Baru Alun-Alun Tuban Sukses Pikat Wisatawan Mancanegara dan Bawa Berkah Bagi Pedagang

 

Potret Supriadi pedagang kopi keliling saat melayani pembeli

TUBAN – Alun-Alun Tuban kini tampil semakin memikat hati dan memesona para wisatawan setelah seluruh proses renovasi totalnya selesai dikerjakan. Selain berfungsi sebagai pusat aktivitas bagi warga lokal, kawasan yang berada tepat di jantung pusat kota ini juga menjelma sebagai destinasi wisata favorit yang sangat populer bagi semua kalangan.

Kombinasi antara wisata religi dan wisata ruang terbuka publik yang modern menjadi daya tarik utama yang sulit dilewatkan bagi siapa saja yang berkunjung ke Kabupaten Tuban. Perubahan estetika yang signifikan ini sukses besar mendongkrak jumlah kunjungan peziarah Makam Sunan Bonang, serta menarik minat para wisatawan domestik dan mancanegara, Jumat (12/6/2026).

“Para pengunjung yang datang ke sini biasanya memanfaatkan waktu mereka untuk berziarah terlebih dahulu ke makam Sunan Bonang, lalu beralih untuk bersantai, menikmati kuliner, dan berswafoto bersama keluarga di area Alun-Alun Tuban. Khususnya di depan Masjid Agung Tuban yang arsitekturnya megah, itu menjadi spot paling ramai,” ungkap Supriadi, seorang pedagang kopi keliling asal Kutorejo yang sehari-hari mencari rezeki di kawasan tersebut.

Pascarenovasi, kondisi Alun-Alun Tuban dinilai oleh banyak pihak jauh lebih tertata, bersih, dan rapi dibandingkan dengan kondisi pada tahun-tahun sebelumnya. Fasilitas umum penunjang kenyamanan seperti tempat sampah kini tersedia dengan sangat memadai di setiap sudut alun-alun. Penataan ini juga berdampak sangat positif pada kelancaran serta kenyamanan jalur pedestrian atau pejalan kaki yang kini menjadi lebih bersih, luas, dan ramah bagi semua kalangan, termasuk anak-anak dan lansia.

Menariknya, mayoritas pengunjung justru datang dari luar kota, seperti Boyolali, Malang, Kediri, Semarang, hingga Tangerang. Tak jarang, destinasi ini juga menarik perhatian wisatawan mancanegara, di antaranya Malaysia hingga Belanda.

Menurut Supriadi, lonjakan pengunjung biasanya terjadi pada hari Sabtu, Minggu, serta hari libur nasional. Pada momen weekend atau hari libur tersebut, area parkir mulai dari kawasan Pantai Boom hingga ke bagian dalam alun-alun akan dipadati oleh berbagai kendaraan. Kondisi ramai ini membawa berkah tersendiri bagi para pelaku usaha kecil. Supriadi mengaku bisa mengantongi pendapatan mencapai Rp300.000 hingga Rp500.000  per hari saat akhir pekan.

“Namun pada hari biasa seperti sekarang, penghasilan tidak menentu, berkisar antara Rp25.000 hingga Rp60.000 saja. Tetapi saya sangat bersyukur, berapa pun hasilnya harus tetap dinikmati dan disyukuri,” ujar Supriadi saat ditemui di sela-sela berdagang, Jumat siang.

 

Penulis : Mochamad Syihabudin Habibullah

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top