SOLUTIF

Ribuan Hektare Tambak Terendam Banjir, Harga Ikan di Lamongan Meroket

Pasar Ikan TPPI Lamongan

LAMONGAN – Cuaca ekstrem yang memicu banjir di Kabupaten Lamongan mulai berdampak serius pada sektor pangan. Ribuan hektare tambak ikan terendam luapan air, mengakibatkan pasokan ikan di pasar tradisional merosot drastis dan memicu lonjakan harga yang signifikan.

​Berdasarkan pantauan di Pasar Ikan Lamongan, kenaikan harga terjadi pada hampir seluruh komoditas ikan air tawar. Ikan bandeng (ukuran isi 4), misalnya, kini dibanderol Rp31.000 per kg dari harga normal Rp27.000. Sementara itu, ikan mujair merangkak naik dari Rp18.000 menjadi Rp20.000 per kg. Kenaikan serupa juga terjadi pada komoditas nila, lele, hingga udang.

​Pasokan Turun Drastis hingga 80 Persen, Kepala UPT Pasar Ikan Lamongan, Wahyono, mengonfirmasi bahwa kelangkaan stok menjadi penyebab utama melambungnya harga. Menurutnya, pedagang kini mulai kesulitan mendapatkan pasokan dari petambak lokal.

​”Pasokan sangat minim. Karena stok lokal terbatas, banyak pedagang terpaksa mengambil ikan dari luar daerah. Hal ini tentu menambah biaya operasional dan transportasi yang akhirnya dibebankan ke harga jual,” jelas Wahyono.

Kelangkaan ini dipicu oleh banjir yang merendam lebih dari 1.000 hektare tambak di wilayah terdampak seperti Kecamatan Kalitengah dan Karangbinangun. Luapan air dari Sungai Bengawan Solo membuat ikan budidaya milik warga hanyut terbawa arus atau mati sebelum masa panen.

​Khusna, salah seorang pedagang, menyebutkan bahwa banyak petambak yang mengalami kerugian besar. “Produksi ikan dari tambak lokal turun hingga 70-80 persen. Banyak yang harusnya panen malah habis terbawa banjir, ada juga yang bibitnya mati karena air yang meluap,” ungkapnya.

Kenaikan ini dikeluhkan oleh konsumen yang menjadikan ikan sebagai sumber protein harian. Beberapa warga mengaku terpaksa mengurangi porsi pembelian atau beralih ke jenis ikan yang lebih murah demi menyiasati anggaran belanja.

​Saat ini, Pemerintah Kabupaten Lamongan bersama instansi terkait tengah memantau situasi di lapangan untuk memastikan kelancaran distribusi pangan. Masyarakat berharap kondisi cuaca segera membaik agar siklus budidaya kembali normal dan harga ikan di pasar kembali stabil.

 

Penulis : Wildan Bintang P.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top