TUBAN – Momentum Tahun Baru Islam 1448 Hijriah menjadi waktu yang tepat bagi masyarakat untuk melakukan refleksi diri, sekaligus memperkuat nilai-nilai spiritual. Selain diisi dengan berbagai kegiatan keagamaan, momen ini juga dapat dimanfaatkan untuk mengunjungi destinasi wisata religi yang sarat akan nilai sejarah dan budaya Islam.
Wisata religi tidak hanya menjadi sarana rekreasi, tetapi juga memberikan kesempatan bagi pengunjung untuk mengenal lebih dekat perjalanan perkembangan Islam di Indonesia. Berbagai tempat ibadah, makam tokoh penyebar agama Islam, hingga kawasan bersejarah menjadi pilihan yang menarik untuk dikunjungi bersama keluarga.

Kompleks makam para Wali Songo, yang tersebar di berbagai wilayah Pulau Jawa, merupakan salah satu destinasi ziarah paling diminati. Di Surabaya, Makam Sunan Ampel menjadi tujuan favorit para peziarah. Selain bernilai religius, tempat ini juga kaya sejarah sebagai pusat penyebaran Islam di Jawa Timur. Selain berziarah, pengunjung juga dapat menikmati suasana Kampung Arab, yang berada di sekitar kawasan tersebut dan para peziarah juga bisa menikmati berbagai kuliner khas Ampel sendiri .

Selain itu, makam Sunan Giri di Gresik, juga menjadi rekomendasi wisata religi yang ramai dikunjungi saat momen-momen besar Islam. Kompleks makam yang berada di atas perbukitan, ini menawarkan suasana yang tenang dan pemandangan yang indah, sehingga memberikan pengalaman spiritual yang lebih mendalam bagi para peziarah.

Bagi masyarakat yang ingin menggabungkan wisata religi dengan wisata budaya, Masjid Menara Kudus di Jawa Tengah adalah pilihan tepat, didirikan oleh Sunan Kudus. Masjid ini memiliki arsitektur unik yang memadukan unsur Islam dan budaya lokal Jawa, sehingga menjadi salah satu ikon wisata religi terkenal di Indonesia.

Masjid Agung Demak juga layak dikunjungi sebagai destinasi wisata religi. Sebagai peninggalan Kerajaan Demak, masjid ini termasuk salah satu masjid tertua di Indonesia. Bangunannya tetap mempertahankan ciri khas arsitektur tradisional Jawa, sehingga menawarkan daya tarik sejarah dan estetika yang kuat bagi para wisatawan.
Pengamat pariwisata, Abdul Somad, menilai bahwa wisata religi memiliki peran penting dalam meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap sejarah Islam, sekaligus memperkuat nilai-nilai keagamaan. Oleh karena itu, momentum Tahun Baru Islam dapat dimanfaatkan untuk melakukan perjalanan yang tidak hanya menyenangkan, tetapi juga memberikan manfaat spiritual.
Dengan berbagai pilihan destinasi yang tersedia, masyarakat diharapkan dapat merayakan Tahun Baru Islam dengan kegiatan yang positif dan bermakna. Melalui wisata religi, pengunjung tidak hanya memperoleh pengalaman baru, tetapi juga kesempatan untuk memperdalam keimanan serta mengenang jasa para wali yang berperan dalam penyebaran agama Islam di Nusantara.
Penulis: Mira Sanjaya