SOLUTIF

Di Balik Dering Lonceng Es Krim, Perjuangan Pak Hendro Menghidupi Keluarga di Taman Abipraya Tuban

Foto: Pak Hendro sedang menunggu pembeli ketika di temui beberapa saat yang lalu

Tuban – Suara lonceng es krim yang sering terdengar di kawasan Taman Abipraya Tuban menjadi ciri khas kehadiran Pak Hendro. Pria berusia 45 tahun ini sudah lima tahun berjualan es krim keliling demi memenuhi kebutuhan keluarganya.

Setiap hari, Pak Hendro memulai pekerjaannya dengan berkeliling ke sekolah-sekolah. Setelah jam pulang sekolah usai, ia melanjutkan jualannya ke Taman Abipraya, berharap masih ada pengunjung yang membeli es krim.

“Kalau sudah selesai keliling sekolah, saya lanjut ke taman. Siapa tahu masih ada rezeki dari pengunjung yang datang,” ujar Pak Hendro.

Menjalani profesi sebagai penjual es krim keliling bukanlah hal yang mudah. Ia harus berjalan cukup jauh sambil mendorong gerobak, menghadapi panas terik maupun cuaca yang tidak menentu. Namun, semua itu tetap dijalaninya dengan penuh semangat demi keluarganya.

Penghasilannya pun tidak menentu. Dalam sehari, Pak Hendro biasanya membawa pulang sekitar Rp50.000 hingga Rp100.000, tergantung jumlah pembeli dan kondisi cuaca.

“Kalau ramai ya lumayan, tapi kalau sepi kadang cuma dapat sedikit. Yang penting cukup buat kebutuhan sehari-hari,” katanya.

Dari hasil berjualan itulah Pak Hendro menafkahi istri dan ketiga anaknya. Meski penghasilannya sederhana, ia tetap bekerja keras agar kebutuhan keluarga terpenuhi dan anak-anaknya bisa meraih masa depan yang lebih baik.

Bagi pengunjung Taman Abipraya, Pak Hendro mungkin hanya terlihat sebagai penjual es krim keliling. Namun, di balik setiap lonceng yang berbunyi dan gerobak yang ia dorong, ada perjuangan seorang ayah yang tak pernah lelah mencari nafkah demi keluarganya.

 

Penulis: Syifa Azzahra

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top