
TUBAN – Di tengah menurunnya jumlah pengunjung Pasar Sore Boom Tuban, Bu Atik (45) tetap setia berjualan jajanan tradisional putu di lapaknya yang berada di bagian dalam pasar. Meski kondisi pasar tidak seramai dulu, ia masih bertahan setiap hari untuk menjaga usaha keluarga yang telah diwariskan kepadanya
Bu Atik merupakan pedagang generasi kedua yang menjual berbagai jajanan tradisional seperti putu, klepon, lupis, dan klopang. Usaha tersebut merupakan warisan keluarga yang hingga kini masih ia jalankan.
Setiap hari, ia berjualan di Pasar Sore Boom Tuban mulai pukul 16.00 hingga 21.00 WIB. Namun, dalam beberapa tahun terakhir, jumlah pengunjung pasar menurun sehingga berdampak pada pendapatannya.
Menurut Bu Atik, salah satu tantangan utama dalam berdagang di Pasar Sore Boom adalah lokasi lapaknya yang berada di bagian dalam pasar. Kondisi ini membuat tidak semua pengunjung mengetahui keberadaan lapaknya sehingga berdampak pada jumlah pembeli yang tidak menentu.
“Kadang ramai, kadang juga sepi. Karena letaknya masuk ke dalam, jadi masih banyak orang yang belum tahu kalau di sini ada penjual putu,” ujarnya.
Meski menghadapi kondisi tersebut, Bu Atik mengaku tetap bertahan karena masih memiliki pelanggan setia yang rutin membeli jajanan tradisional buatannya. Selain itu, ia juga mengandalkan momen tertentu untuk meningkatkan penjualan, seperti saat pelaksanaan Haul Sunan Bonang yang biasanya menarik banyak peziarah ke Tuban.
“Biasanya mendekati Haul Mbah Bonang sudah mulai ramai peziarah dan banyak yang beli putu, jadi penjualan juga ikut meningkat,” tambahnya.
Dalam menjalankan usahanya, Bu Atik selalu mengutamakan kualitas rasa dan kebersihan produk yang dijual. Menurutnya, kedua hal tersebut menjadi faktor penting agar pelanggan tetap kembali membeli dagangannya meskipun berada di lokasi yang kurang strategis.
Bu Atik berharap agar jajanan tradisional tetap diminati masyarakat, terutama generasi muda, agar kuliner khas daerah tidak hilang ditelan perkembangan zaman. Bu Atik juga berharap Pasar Sore Boom dapat semakin ramai sehingga para pedagang kecil seperti dirinya dapat terus bertahan dan mengembangkan usaha.
Penulis : Nindita Eka Putri