SOLUTIF

Gempuran Ojek Online, Penarik Becak Mandiri di Alun-Alun Tuban Pilih Bertahan

Foto : Pak Martono sedang menunggu penumpang

TUBAN (11 Juni 2026) — Munculnya ojek online dan transportasi modern di Kabupaten Tuban membuat keberadaan becak tradisional mulai tersisih. Meskipun penumpang semakin sepi, beberapa penarik becak mandiri di kawasan Alun-Alun Tuban memilih untuk tetap bertahan mencari nafkah dengan cara lama. Salah satu penarik becak mandiri itu adalah Martono (55). Pria asli Tuban ini mengaku sengaja tidak ikut bergabung dengan paguyuban becak besar yang biasanya mangkal di depan museum atau terminal Kebonsari. Martono lebih memilih untuk mangkal sendiri di seberang gerbang Masjid Agung Tuban demi mengantar para peziarah atau warga lokal yang ingin pergi ke pasar.

Menurut Martono, banyaknya aplikasi ojek online saat ini sangat berpengaruh pada pendapatan sehari-harinya. Jumlah penumpang yang ia dapatkan kini berkurang jauh jika dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya. Ia bahkan sering kali harus duduk menunggu selama tiga sampai lima jam di atas becaknya hanya demi mendapatkan satu orang penumpang yang lewat.

Meskipun pendapatannya tidak menentu dan waktu tunggunya sangat lama, Martono tetap tidak ingin mengganti pekerjaan atau ikut kelompok becak wisata. Alasan utamanya adalah karena faktor kenyamanan kerja dan prinsip hidupnya sendiri. Bagi dia, kenyamanan dalam bekerja jauh lebih penting daripada harus berebut penumpang dalam kelompok besar yang sering kali memicu rasa stres.

“Bagi saya rezeki itu sudah ada porsinya masing-masing. Di sini saya jalani apa adanya secara mandiri tanpa ikut kelompok lain. Memang sekarang harus lebih sabar menunggu orang yang mau naik, tapi yang penting badan masih sehat dan kerjaan yang saya jalani ini halal,” ujar Martono saat ditemui di lokasi mangkalnya, Kamis Sore.

Cerita bertahannya tukang becak tradisional seperti Martono ini menjadi gambaran nyata bagaimana pekerja kecil di Tuban harus berjuang di tengah majunya transportasi kota. Supaya bisa tetap bersaing, Martono dan teman-teman sesama becak mandiri selalu menjaga hubungan baik dan konsisten menjaga tarif tetap normal agar tidak memberatkan penumpang. Langkah ini mereka lakukan agar para pelanggan setia tidak lari dan tetap memilih naik becak.

Penulis : Keren Dela Puspasari Situmorang

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top