SOLUTIF

Menguak Sisi Lain Bumi Wali: Mengapa Tuban Justru Identik dengan Simbol Kuda?

​Sumber gambar: iStock

Tuban – Kabupaten Tuban secara luas dikenal masyarakat dengan julukan “Kota Wali” karena menjadi salah satu pusat penyebaran agama Islam di tanah Jawa oleh Sunan Bonang. Namun, jika mencermati atribut resmi daerah, mulai dari logo pemerintahan hingga monumen di pusat kota, Kabupaten Tuban justru identik dengan simbol hewan kuda.

​Simbol tersebut bukan sekadar visual pemanis, melainkan sebuah representasi dari rekam jejak sejarah besar dan nilai filosofis masyarakat Bumi Ronggolawe. Dirangkum dari berbagai catatan sejarah dan literatur lokal, berikut adalah alasan mendasar mengapa Kabupaten Tuban disimbolkan dengan hewan kuda:

​1. Penghormatan terhadap Adipati Ronggolawe

Faktor utama penggunaan simbol kuda ini bertumpu pada sosok Raden Arya Ronggolawe, Adipati pertama Tuban yang memimpin pada masa awal berdirinya Kerajaan Majapahit. Dalam konstelasi sejarah Nusantara, Ronggolawe dikenal sebagai panglima perang yang tangguh, berani, dan piawai dalam strategi militer. Dalam berbagai pertempuran besar, sosoknya tidak pernah lepas dari menunggangi kuda. Penggunaan simbol kuda ini menjadi bentuk penghormatan kolektif masyarakat Tuban terhadap jasa dan kepemimpinan sang Adipati.

​2. Legenda Kuda Mestuban

Selain catatan sejarah formal, simbol ini juga diperkuat oleh cerita tutur (folklore) yang mengakar di masyarakat mengenai Kuda Mestuban. Kuda tersebut merupakan tunggangan andalan Raden Arya Ronggolawe yang digambarkan memiliki ketangkasan tinggi, kecepatan luar biasa, serta daya tahan fisik yang kuat di medan laga. Sebagian literatur lokal bahkan mengaitkan nama kuda “Mestuban” ini sebagai salah satu rujukan morfologis dari asal-usul penamaan Kabupaten Tuban.

​3. Representasi Karakter dan Watak Masyarakat

Secara filosofis, pemilihan kuda sebagai lambang daerah juga merefleksikan karakter sosiologis masyarakat Tuban itu sendiri. Kuda secara universal disimbolkan sebagai hewan yang mandiri, kuat, dan memiliki kegigihan tinggi. Karakteristik ini dinilai selaras dengan watak asli masyarakat Tuban di pesisir utara Jawa Timur yang dikenal sebagai pekerja keras, tegas, tangguh, dan memiliki jiwa ksatria dalam menghadapi tantangan zaman.

​Sinergi Identitas Daerah

Kehadiran lambang kuda ini menegaskan bahwa Kabupaten Tuban memiliki dualisme identitas yang saling melengkapi. Di satu sisi, Tuban tumbuh sebagai pusat spiritualitas yang teduh melalui warisan para wali. Di sisi lain, Tuban tetap mempertahankan karakter peninggalan leluhur yang dinamis, kuat, dan berani yang disimbolkan lewat ketangkasan sebuah visi ksatria.

​Hingga saat ini, simbol kuda tersebut terus dirawat sebagai pengingat bagi generasi muda Tuban untuk tidak melupakan akar sejarah dan nilai-nilai luhur tanah kelahiran mereka.

 

Penulis: Putri Aprilliya

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top