SOLUTIF

Imbas Relokasi, Jualan Es Siwalan Bu Wulan Sepi

Foto: Bu Wulan Sedang Melayani Pembeli

TUBAN – Sejak awal tahun 2025 kebijakan Bupati Tuban, Aditya Halindra Faridzky, yang merelokasi pedagang kaki lima dari area alun-alun ke area Pantai Boom, membuat para pedangang kaki lima yang terkena dampak relokasi tersebut mengeluh.

Menjadi pedagang kecil di kawasan wisata religi membuat Bu Wulan, salah satu pedagang es siwalan yang saat ini berjualan di area Pantai Boom Tuban harus berusaha ekstra untuk membuat dagangannya laku.

Setiap hari, dari pagi hingga sore, Bu Wulan menjual es siwalan dengan harga Rp.5000 per gelas. Target utama pembelinya adalah para wisatawan yang sedang berziarah di kawasan wisata Makam Sunan Bonang serta pengunjung pantai Boom.

Namun, dibalik manisnya es siwalan yang ia sajikan, tersimpan kisah perjuangan yang tidak mudah bagi Bu Wulan. Sejak adanya relokasi yang memindahkan pedagang kaki lima dari area alun-alun Tuban ke area Pantai Boom Tuban, hasil penjualan Bu Wulan mengalami pasang surut.

Tantangan besar yang Bu Wulan hadapi adalah selain sepinya pembeli, es siwalan yang bu wulan jajakan bukanlah usaha milik Bu Wulan sendiri. Melainkan ia harus bagi hasil dengan orang lain.

Bagi Bu Wulan terdapat alasan lain mengapa ia memilih bertahan dengan pekerjaan ini meskipun dengan pendapatan yang tidak menentu.

Baginya, Pekerjaan ini adalah satu-satunya ruang untuk Bu Wulan supaya tetap bisa memprioritaskan keluarganya. Di sela-sela melayani pembeli, Bu Wulan tetap bisa mengawasi dan merawat kedua anaknya.

“Hanya pekerjaan ini yang bisa membuat saya tetap memantau anak saya sembari mencari nafkah. Kalau ikut kerja di toko atau pabrik, anak anak tidak ada yang menjaga,” ungkapnya.

Beruntung, setiap akhir pekan serta saat musim ziarah makam wali, area Pantai Boom Tuban akan di padati oleh wisatawan dari dalam maupun luar kota. Sehingga hal tersebut berdampak pada peningkatan pendapatan Bu Wulan dibandingkan hari-hari biasa.

Es Siwalan adalah kuliner khas Tuban berupa olahan yang terbuat dari buah siwalan dipotong berbentuk dadu. Kemudian dicampur dengan sirup gula merah, santan, dan es batu. Minuman ini cita rasa khas hasil perpaduan antara manisnya sirup gula merah dipadukan dengan gurinya santan kelapa menjadikan minuman ini sangat segar untuk dinikmati di bawah teriknya sinar matahari.

 

Penulis: Chika Fajar Anatasya

 

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top