
TUBAN – Di tengah bergulirnya rutinitas perkuliahan, suasana di area Kampus Universitas PGRI Ronggolawe (Unirow) Tuban beberapa hari terakhir terasa sedikit berbeda. Jika biasanya mahasiswa langsung bergegas pulang atau sekadar nongkrong usai kelas, kini banyak dari mereka yang tampak antusias berkumpul dan berdiskusi soal masa depan.
Pemandangan ini tak lepas dari hadirnya “Klinik Beasiswa Sobat Bumi Pertamina”. Berlangsung sejak 11 hingga 20 Mei 2026 mendatang, program ini seolah menjadi angin segar bagi para mahasiswa yang tengah mencari dukungan finansial untuk melanjutkan pendidikan mereka.
Berbeda dengan sekadar melihat pengumuman di mading, datang ke klinik beasiswa ini memberikan pengalaman yang jauh lebih melegakan bagi calon pendaftar. Mahasiswa tidak dibiarkan kebingungan meraba-raba tumpukan syarat administrasi sendirian.
Di tempat ini, mereka justru dibimbing langkah demi langkah. Mulai dari mendapatkan pemahaman mendalam tentang kriteria beasiswa, hingga membedah alur dan tata cara pendaftaran agar terhindar dari kesalahan teknis yang sering kali membuat pelamar gugur di tahap awal.
Satu hal yang membuat suasana klinik ini hidup adalah ruang diskusi interaktifnya. Calon pendaftar bisa duduk santai dan melempar pertanyaan langsung kepada tim perwakilan (PF12). Obrolan yang terbangun pun tidak kaku; dari yang awalnya tegang memikirkan seleksi, berubah menjadi ajang bertukar strategi dan motivasi antar sesama pejuang beasiswa.
“Awalnya saya sempat ragu mau mendaftar karena berkasnya terlihat rumit, tapi setelah ikut diskusi di sini dan dibantu oleh kakak-kakak pengelola, alurnya ternyata sangat jelas,” ungkap Putri, salah satu mahasiswa yang antusias mengikuti klinik tersebut.
Pihak penyelenggara pun memahami gaya hidup mahasiswa masa kini yang serba cepat. Untuk mendaftar, prosesnya dibuat sangat ringkas. Cukup dengan memindai barcode yang tertera pada pamflet menggunakan ponsel pintar, layar akan langsung terhubung ke halaman registrasi. Bagi mahasiswa yang mungkin belum sempat datang langsung ke lokasi dan memiliki pertanyaan mengganjal, layanan diskusi juga dibuka ramah melalui pesan WhatsApp.
Kehadiran program pendampingan seperti ini membuktikan bahwa mengejar beasiswa tidak harus selalu menjadi perjalanan yang sunyi dan membingungkan. Lewat inisiatif hijau dari Sobat Bumi Pertamina ini, kampus Unirow tak sekadar menjadi tempat belajar, tetapi juga ruang bernaung yang hangat bagi para mahasiswanya untuk merajut mimpi dan menyongsong masa depan yang lebih cerah.
Penulis: Nadiyatul Ul ya