SOLUTIF

Dari Studio Sederhana hingga Guinness World Records: Kilas Balik Perjalanan Marapthon

Marapthon berhasil mencatatkan namanya dalam Guinness World Records melalui Marapthon The Last Tale. Pencapaian tersebut menjadi penutup dari perjalanan panjang yang dimulai dari sebuah studio sederhana dan berkembang menjadi salah satu acara livestream yang menarik perhatian khalayak ramai.

Foto: Jot Menunjukkan Sertifikat Guinnes World Records

Gagasan Marapthon pertama kali dicetuskan oleh Tierison atau yang akrab disapa Jot bersama tiga founder lainnya, yaitu YB (Reza Arap), Yuka, dan Garry. Dalam podcast Close The Door bersama Deddy Corbuzier, Jot menjelaskan bahwa ide tersebut berawal dari kebiasaan mereka yang sering berkumpul dan memiliki waktu luang.

“Awalnya emang suka nongkrong terus kebetulan lagi ada waktu luang, jadi yaudah kita bikin streaming di studionya Weird Genius tuh. Awalnya cuma 5 hari, eh yang nonton dikit kena tuh egonya si mas (Reza Arap) terus kita bikin lah yang season 1 ini,” ujar Jot.

Marapthon season 1 berlangsung selama 34 hari, mulai 24 November 2024 hingga 27 Desember 2024. Selama periode tersebut, streaming dilakukan di studio milik Weird Genius yang memiliki ruang terbatas.

“Season 1 kan sempit banget tuh tempatnya, terus kita abis-abisan tuh duitnya buat sewa rumah buat dijadiin venue season 2, biar lebih terkonsep dan proper aja gitu,” ucap Reza Arap.

“Sebenernya season 1 juga masih dikit yang nonton, tapi si mas nagih buat ginian jadi kita ayo aja buat lanjut ke season 2,” timpal Yuka.

Meskipun jumlah penonton season 1 masih cukup sedikit, para founder tetap melanjutkan program tersebut melalui Marapthon season 2, yang berlangsung selama 69 hari, mulai 21 Januari 2025 hingga 29 Maret 2025. Season ini hadir dengan skala yang lebih besar dibandingkan season sebelumnya. Pada periode ini, Marapthon mulai dikenal oleh masyarakat luas dan mengalami peningkatan jumlah penonton. Salah satu momen yang paling menyita perhatian publik adalah kehadiran Jackson Wang, penyanyi sekaligus anggota boyband GOT7 yang memiliki penggemar dari berbagai negara. Kehadiran Jackson Wang menjadi salah satu bukti semakin luasnya jangkauan Marapthon.

Perkembangan tersebut kemudian menjadi pijakan bagi penyelenggaraan Marapthon season 3 yang bertajuk The Last Tale. Marapthon season 3 berlangsung selama 101 hari, mulai 8 Februari 2026 hingga ditutup melalui acara Festivaaal yang digelar di Istora Senayan pada 20 Mei 2026. Selain menjadi penutup perjalanan Marapthon, The Last Tale juga menjadi season paling megah dibandingkan season 1 maupun season 2.

“Intinya pas season 3 ini 5x lebih gede lah dari season 2, dari segi produksi bahkan venuenya,” ujar Reza Arap.

Pada periode ini, Marapthon berhasil meraih Guinness World Records. Rekor yang berhasul diraih adalah The Most Viewers of Birthday Party Livestream on YouTube dengan jumlah penonton mencapai 238.039.

Pencapaian tersebut menjadi penanda keberhasilan perjalanan Marapthon yang dimulai dari sebuah studio sederhana hingga mampu memperoleh pengakuan dunia. Dari sebuah ide yang lahir di antara para founder, Marapthon berkembang menjadi salah satu acara livestream yang berhasil menarik perhatian publik dan mencatatkan namanya dalam Guinness World Records.

 

Penulis: Faridatul Putri Nur Azizah

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top