
LAMONGAN, 13 Juni 2026 – Kenaikan harga bahan cat menjadi salah satu tantangan yang dihadapi pelaku usaha bengkel kendaraan di Kecamatan Brondong, Kabupaten Lamongan. Kondisi tersebut dirasakan oleh Benny (55), pemilik bengkel cat motor dan mobil yang telah beroperasi selama 16 tahun di Desa Brondong.
Benny mengatakan harga bahan cat yang terus mengalami kenaikan membuat biaya pengecatan kendaraan tidak dapat ditetapkan secara pasti. Besaran biaya harus disesuaikan dengan harga bahan yang digunakan serta tingkat kerusakan kendaraan yang akan diperbaiki.
“Harga tidak bisa ditentukan sama rata karena bahan cat sering naik. Kalau kerusakannya parah atau ganti warna satu bodi penuh, biayanya bisa sampai Rp10 juta,” ujar Benny.
Menurutnya, bengkel yang dirintis sejak tahun 2010 tersebut melayani berbagai jenis kendaraan, mulai dari sepeda motor hingga mobil. Bahkan, beberapa kendaraan kelas premium juga pernah ditangani di bengkelnya.
Selain kenaikan harga bahan, proses pengerjaan juga memerlukan waktu yang berbeda-beda sesuai kondisi kendaraan. Untuk pengecatan satu bodi mobil secara penuh, pengerjaan dapat berlangsung hingga dua bulan karena harus menyesuaikan antrean kendaraan lain yang sedang dikerjakan.
Benny menambahkan, kondisi cuaca juga turut memengaruhi hasil pengecatan. Saat musim hujan atau cuaca dingin, proses pengeringan cat menjadi lebih lambat dibandingkan saat cuaca panas.
“Kalau cuaca hujan atau dingin, hasilnya kadang kurang maksimal. Biasanya bisa dibantu pakai hair dryer, tetapi hasilnya tetap tidak sebagus saat cuaca mendukung,” jelasnya.
Meski menghadapi berbagai tantangan, Benny tetap mempertahankan usahanya yang kini berada di samping Lapangan Brondong. Selama 16 tahun beroperasi, bengkelnya terus melayani pelanggan dari berbagai daerah dan memiliki sejumlah pelanggan tetap.
Penulis : Ledista Diva Hilmaniyah