SOLUTIF

Presiden Prabowo Dorong Percepatan Revitalisasi Sekolah dan Pembangunan Sekolah Nasional Terintegrasi

Sumber Foto : viva.co.id

JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto memberikan perhatian serius terhadap sektor pendidikan dengan menginstruksikan percepatan revitalisasi sekolah serta pembangunan Sekolah Nasional Terintegrasi di berbagai daerah. Langkah tersebut diharapkan mampu meningkatkan kualitas pendidikan sekaligus menghadirkan fasilitas belajar yang lebih layak bagi peserta didik di seluruh Indonesia.

Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengatakan Presiden juga menugaskan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah untuk segera membentuk tim yang bertugas mengkaji dan menyusun buku ajar yang sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.

“Beliau (Mendikdasmen) diberi tugas (oleh Presiden) untuk sesegera mungkin membentuk tim untuk mempelajari buku ajar atau buku pelajaran bagi seluruh peserta didik kita, yang harus disesuaikan dengan perkembangan zaman, perkembangan teknologi. Kita tidak ingin kalah dengan buku-buku pelajaran dari luar,” ujar Prasetyo Hadi. Dikutip dari viva.co.id (11/6/2026).

Menurut Prasetyo, dalam pertemuan yang berlangsung lebih dari dua jam tersebut, Presiden juga memberikan perhatian besar terhadap berbagai persoalan pendidikan nasional, mulai dari kondisi sarana dan prasarana sekolah hingga peningkatan kualitas serta kesejahteraan guru.

“Saya ingin menggarisbawahi bahwa diskusi hampir dua jam lebih, betul-betul pemerintah dan Presiden sangat peduli terhadap masalah pendidikan baik mengenai infrastrukturnya, kemudian peningkatan kesejahteraan dan kualitas gurunya,” ujarnya.

Sementara itu, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti melaporkan bahwa pemerintah saat ini tengah menjalankan sejumlah program prioritas, di antaranya revitalisasi sekolah, peningkatan kompetensi guru, distribusi papan tulis interaktif atau Interactive Flat Panel (IFP), serta pembangunan Sekolah Nasional Terintegrasi.

Selain program revitalisasi sekolah, pemerintah juga terus mendorong peningkatan kompetensi guru melalui berbagai pelatihan dan pengembangan profesional.

Pemerintah juga mendistribusikan Interactive Flat Panel (IFP) sebagai media pembelajaran digital untuk mendukung proses belajar mengajar yang lebih interaktif di sekolah.

Di samping itu, pembangunan Sekolah Nasional Terintegrasi diproyeksikan menjadi model pendidikan unggulan yang mengintegrasikan fasilitas modern dengan kurikulum berkualitas guna mencetak sumber daya manusia yang unggul dan berdaya saing.

Abdul Mu’ti mengungkapkan sebanyak 11.744 satuan pendidikan telah masuk dalam program revitalisasi pada tahun 2026.

Hingga saat ini, pelaksanaan program tersebut telah mencapai sekitar 70 persen dan sebagian proyek ditargetkan selesai pada Juli hingga Agustus sehingga dapat digunakan pada tahun ajaran 2026/2027.

“Sekarang yang revitalisasi tahun 2026 sudah mulai berjalan, sudah 70 persen dari alokasi 11.744 itu, dan sudah mulai dikerjakan, bahkan beberapa di bulan Juli dan Agustus sudah bisa selesai dan sudah bisa diresmikan untuk memulai tahun pelajaran tahun 2026/2027,” ujarnya

Selain meningkatkan kualitas pendidikan, program revitalisasi sekolah juga diyakini mampu memberikan dampak ekonomi melalui penyerapan tenaga kerja di daerah karena pelaksanaannya menggunakan sistem swakelola yang melibatkan masyarakat setempat.

Abdul Mu’ti menyebut masyarakat, terutama di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T), menyambut baik program tersebut karena banyak sekolah yang selama bertahun-tahun belum mendapatkan perbaikan infrastruktur.

“Kami berkunjung ke daerah-daerah, terutama daerah 3T, mereka sangat berterima kasih karena walaupun sebenarnya sesuai dengan undang-undang tanggung jawab pembangunan itu ada pada pemerintah daerah, tetapi karena komitmen Bapak Presiden untuk peningkatan mutu pendidikan, kami revitalisasi sekolah-sekolah itu, baik sekolah negeri maupun swasta, dan itu kami selenggarakan di seluruh Indonesia,” ujar Abdul Mu’ti. Dikutip dari viva.co.id. (11/6/2026).

Program revitalisasi sekolah dan pembangunan Sekolah Nasional Terintegrasi menjadi salah satu langkah strategis pemerintah dalam memperkuat sektor pendidikan nasional.

Tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik sekolah, program ini juga diarahkan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran melalui penyediaan sarana pendidikan modern, peningkatan kompetensi guru, serta pembaruan materi ajar yang sesuai dengan perkembangan zaman.

Pemerintah berharap percepatan revitalisasi sekolah dapat mengurangi kesenjangan kualitas pendidikan antardaerah, terutama di wilayah 3T yang selama ini masih menghadapi keterbatasan fasilitas.

Dengan dukungan infrastruktur yang memadai dan tenaga pendidik yang berkualitas, peserta didik diharapkan dapat belajar dengan lebih nyaman dan optimal.

Melalui berbagai program prioritas tersebut, Presiden Prabowo menegaskan komitmen pemerintah untuk menjadikan pendidikan sebagai investasi jangka panjang dalam membangun sumber daya manusia Indonesia.

Upaya ini diharapkan mampu menciptakan lingkungan belajar yang aman, modern, dan berkualitas serta mendukung terwujudnya visi Indonesia Emas 2045.

 

Penulis : Salsa Mardhotun Nafisah

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top