
beberapa waktu yang lalu
Tuban– Di tengah ramainya aktivitas pengunjung Taman Abhipraya Tuban, gerobak pentol Pak Pinto yang akrab disapa *Pak Pin* menjadi salah satu pilihan jajanan yang banyak diminati masyarakat. Pria yang telah berjualan sejak taman tersebut dibuka sekitar dua tahun lalu ini tetap setia melayani para pembeli setiap harinya.
Menurut Pak Pin, Taman Abhipraya merupakan lokasi yang cocok untuk berjualan karena suasananya yang rindang dan sejuk. Kondisi taman yang nyaman membuat banyak masyarakat datang untuk bersantai bersama keluarga maupun teman.
“Di taman ini enak buat jualan, tempatnya rindang dan sejuk,” ujar Pak Pin saat di temui pada 5 juni 2026
Meski banyak pedagang lain yang berjualan di sekitar taman, Pak Pin tidak terlalu memikirkan persaingan. Baginya, rezeki sudah ada yang mengatur dan yang terpenting adalah menjaga kualitas rasa dagangannya.
“Kalau rezeki nggak usah ditarik-tarik. Tergantung selera pembeli saja, yang penting pentolnya enak,” katanya.
Pak Pin juga menjelaskan bahwa jumlah pengunjung biasanya meningkat pada akhir pekan, terutama hari Sabtu dan Minggu. Sementara pada hari biasa, suasana taman cenderung lebih sepi jika tidak ada acara tertentu yang diselenggarakan.
Motivasi Pak Pin berjualan pentol cukup sederhana. Ia mengaku memilih berdagang karena ingin memiliki kegiatan produktif dan saat itu tidak memiliki pekerjaan lain.
“Pengen jualan saja, karena nggak ada kerjaan lain,” ungkapnya.
Terkait pendapatan, Pak Pin mengatakan bahwa hasil berjualan tidak menentu. Ada kalanya ramai pembeli, namun ada juga saat-saat sepi. Pada hari biasa, omzet yang diperoleh bahkan bisa hanya sekitar Rp100 ribu per hari.
“Jualan itu nggak pasti, kadang ramai kadang sepi. Kalau hari-hari biasa seperti ini, omzet paling sedikit ya sekitar Rp100 ribu,” jelasnya.
Keberadaan Pentol Pak Pin menambah ragam kuliner yang dapat dinikmati pengunjung Taman Abhipraya. Dengan cita rasa yang disukai pelanggan dan sikapnya yang ramah, Pak Pin berharap usahanya dapat terus berjalan dan menjadi pilihan masyarakat yang berkunjung ke taman tersebut.
Penulis: Putri Nadia Salsabilla Asih