
Denny Pemilik Tambak Ikan Lele Di Tambakboyo Kabupaten Tuban
TUBAN- Lonjakan permintaan ikan lele dalam beberapa pekan terakhir mulai menekan ketersediaan stok di Kabupaten Tuban. Kondisi ini dipicu oleh kebutuhan besar dari program Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang menyerap komoditas perikanan dalam jumlah signifikan.
Di tingkat peternak, situasi tersebut terasa cukup berat. Pasokan yang biasanya mencukupi untuk pasar lokal kini harus dibagi untuk memenuhi kebutuhan program pemerintah.
“Permintaan sekarang jauh lebih tinggi. Biasanya cukup untuk pasar lokal, tapi sekarang harus berbagi dengan kebutuhan MBG,” ujar Deny, salah satu peternak lele di Tuban. Kamis (09/04/2026)
Tak hanya peternak, para pedagang pun ikut terdampak. Mereka mulai kesulitan mendapatkan pasokan dari pengepul langganan. Keterbatasan stok ini memaksa sebagian pedagang menaikkan harga jual, meski kenaikannya masih tergolong moderat.
Di sejumlah pasar tradisional, harga lele mulai merangkak naik. Kondisi ini pun memicu keluhan dari konsumen rumah tangga yang merasakan dampaknya secara langsung.
Meski demikian, di balik keterbatasan stok, para peternak melihat peluang untuk meningkatkan produksi. Namun upaya tersebut tidak bisa dilakukan secara instan. Sejumlah kendala masih membayangi, mulai dari harga pakan yang fluktuatif, faktor cuaca yang memengaruhi kualitas benih, hingga siklus panen yang membutuhkan waktu.
Situasi ini mendorong harapan agar pemerintah daerah segera turun tangan. Dukungan berupa bantuan pakan dan bibit unggul dinilai penting untuk menjaga keseimbangan antara tingginya permintaan dan ketersediaan pasokan.
Jika dikelola dengan tepat, lonjakan permintaan ini bukan sekadar tantangan, tetapi juga bisa menjadi momentum untuk mendorong pengembangan budidaya lele di Tuban agar lebih produktif dan berkelanjutan.
Penulis : Zulham Kusuma Alam