
TUBAN – Assoc. Professor Dr. Shukor Sanim Mohd Fauzi dari Universiti Teknologi MARA (UiTM) Malaysia membagikan wawasan mengenai pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) dalam dunia pendidikan tinggi, penelitian, dan persiapan lulusan menghadapi era Industri 5.0 dalam kegiatan Visiting Professor di Universitas PGRI Ronggolawe (UNIROW) Tuban, Sabtu (6/6/2026).
Pada sesi seminar akademik bagi dosen, Prof. Shukor membahas berbagai topik strategis, mulai dari tren AI dalam pendidikan tinggi dan penelitian, pemanfaatan AI untuk penyusunan proposal hibah, Systematic Literature Review (SLR), analisis data penelitian, hingga penulisan artikel ilmiah.
Peserta juga mendapatkan materi mengenai etika penggunaan AI dalam publikasi akademik, strategi meningkatkan publikasi bereputasi internasional seperti Scopus dan Web of Science (WoS), serta peluang membangun kolaborasi penelitian.
Menurut Prof. Shukor, kehadiran AI telah mengubah cara peneliti bekerja. Jika sebelumnya proses penulisan artikel ilmiah dapat memakan waktu dua hingga tiga bulan, kini berbagai tahapan penelitian dapat dilakukan lebih cepat.
Ia menjelaskan bahwa AI juga telah dimanfaatkan dalam bidang energi, manufaktur, hingga kesehatan. Meski demikian, penggunaannya tetap harus dilakukan secara bijaksana.
“AI adalah alat bantu, bukan pengganti kemampuan berpikir kritis. Karena itu penggunaannya harus tetap diimbangi dengan kompetensi akademik dan pedagogik yang kuat,” tegasnya.
Selain untuk dosen, Prof. Shukor juga memberikan materi kepada mahasiswa melalui sesi bertema “Preparing Future Graduates for the AI and Industry 5.0 Era.”
Dalam pemaparannya, Prof. Shukor menjelaskan berbagai perubahan dunia kerja yang dipengaruhi perkembangan AI. Ia menyoroti pentingnya keterampilan yang dibutuhkan lulusan tahun 2030, pemanfaatan AI sebagai alat belajar dan pengembangan karier, pembangunan personal branding serta portofolio digital, hingga peluang karier global di era transformasi digital.
Mahasiswa juga diajak memahami pentingnya kesiapan menghadapi perubahan teknologi yang berlangsung sangat cepat. Menurutnya, pemahaman terhadap perkembangan AI menjadi bekal penting agar lulusan mampu beradaptasi dengan kebutuhan dunia kerja masa depan.
Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa diharapkan mampu memahami peluang dan tantangan AI, mendorong motivasi belajar, serta mempersiapkan diri untuk bersaing di pasar kerja global.
Sementara itu, UNIROW berharap pemanfaatan AI dapat dilakukan secara lebih bijak dan produktif sekaligus meningkatkan kapasitas dosen dalam melakukan riset berbasis AI serta mempersiapkan mahasiswa menghadapi dunia kerja masa depan.
Penulis: NA