
Tuban – Memasuki pertengahan tahun 2026, fenomena doom spending di kalangan Gen Z tampaknya makin menjadi-jadi. Istilah ini merujuk pada kebiasaan berbelanja impulsif demi melupakan stres akibat tekanan ekonomi dan ketidakpastian masa depan. Alih-alih memikirkan cicilan rumah yang harganya kian melambung tak terkejar, banyak anak muda yang memilih “menyerah” pada realita dan mengalihkan uangnya untuk kesenangan instan jangka pendek. Mulai dari tiket konser musisi idola, berburu baju thrifting bermerek, hingga ritual ngopi estetik harian.
Tekanan emosional di dunia nyata yang diperparah oleh paparan konten gaya hidup mewah (flexing) di media sosial, diakui menjadi bahan bakar utama. Gen Z merasa lebih rasional untuk menghibur diri lewat transaksi digital hari ini, ketimbang mencemaskan hari esok.
Namun, menyerah pada keadaan bukan berarti harus bangkrut. Menghadapi tren yang cukup berisiko ini, para mentor keuangan digital membagikan trik cerdas agar Gen Z tetap bisa healing tanpa harus berakhir dengan dompet kering di akhir bulan.
1. Rem Darurat dengan Aturan Tunda 24 Jam
Trik pertama yang belakangan ini viral di TikTok dan X adalah menerapkan aturan Tunda 24 Jam. Sebelum jempol Anda menekan tombol checkout di keranjang e-commerce, beri waktu satu hari penuh untuk berpikir. Langkah sederhana ini ampuh memberi jarak antara emosi sesaat dan logika, guna memastikan apakah barang tersebut memang kebutuhan mendesak atau sekadar pemuas lapar mata.
2. Taktik Satu Dompet, Satu Urusan
Langkah preventif berikutnya adalah mengalokasikan dana hiburan secara ketat di awal bulan menggunakan aplikasi dompet digital (e-wallet) terpisah. Dengan memisahkan “uang main” dan uang saku utama, pengeluaran impulsif bisa dibatasi dengan ketat. Hasilnya? Self-reward tetap jalan terus tanpa perlu mengorbankan uang kos, bayaran kuliah, atau uang makan.
3. Memeluk Gaya Hidup Soft Saving
Menariknya, dinamika tahun 2026 ini juga melahirkan solusi kreatif baru bernama gaya hidup soft saving. Alih-alih menabung dengan target yang bikin stres, Gen Z mulai merangkul investasi mikro yang ramah kantong mahasiswa. Pilihan seperti reksa dana atau emas digital kini bisa dimulai hanya dengan modal sepuluh ribu rupiah saja!
Melalui kombinasi gaya hidup yang seimbang ini, Gen Z di tahun 2026 membuktikan bahwa mereka bukanlah generasi yang madesu (masa depan suram). Mereka tetap bisa tampil keren, up-to-date, sekaligus mulai mencicil pondasi finansial yang sehat demi masa depan dengan cara mereka sendiri.
Penulis: Fadhillatul Nabillah