SOLUTIF

Semangat Melaut Mas Dzikri, Nelayan Muda Penjaga Laut Tuban

Potret Mas Dzikri saat diwawancarai disela kesibukannya sebagai nelayan

Tuban, (18/7/2026) – Di balik tenangnya ombak Laut Tuban, terdapat perjuangan seorang nelayan muda bernama Mas Dzikri yang setiap hari menggantungkan hidupnya dari hasil laut. Di usianya yang masih produktif, Dzikri tetap memilih menjadi nelayan karena ingin meneruskan profesi keluarganya sekaligus memenuhi kebutuhan ekonomi.

Mas Dzikri, warga pesisir Kabupaten Tuban, mulai mengenal dunia nelayan sejak masih duduk di bangku kuliah. Ia sering membantu ayahnya menyiapkan perahu dan jaring sebelum akhirnya memutuskan melaut sendiri setelah dewasa. Baginya, laut bukan hanya tempat mencari nafkah, tetapi juga menjadi bagian dari kehidupan yang harus dijaga kelestariannya.

Setiap hari, Dzikri bersama beberapa rekannya berangkat melaut sekitar pukul 03.00 WIB dari kawasan pesisir Tuban. Mereka menuju perairan laut jawa yang berada di wilayah utara Kabupaten Tuban untuk mencari berbagai jenis ikan seperti tongkol, teri, udang, hingga cumi-cumi. Setelah beberapa jam di laut, mereka kembali ke daratan sekitar pukul 10.00 WIB untuk menjual hasil tangkapan di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) maupun kepada pedagang.

Menurut Dzikri, menjadi nelayan bukanlah pekerjaan yang mudah. Kondisi cuaca yang tidak menentu, ombak besar, serta harga ikan yang sering berubah menjadi tantangan yang harus dihadapi setiap hari. Meski demikian, ia tetap semangat karena hasil laut menjadi sumber penghasilan utama bagi keluarganya.

“Kalau cuaca sedang bagus, hasil tangkapan bisa banyak. Tapi kalau ombak tinggi atau angin kencang, kami memilih tidak melaut demi keselamatan,” ujar Dzikri saat ditemui di pesisir Tuban.

Selain menangkap ikan, Dzikri juga rutin merawat perahu, memperbaiki jaring yang rusak, serta mempersiapkan bahan bakar dan perlengkapan melaut agar kegiatan penangkapan ikan dapat berjalan lancar. Ia berharap generasi muda tidak malu menjadi nelayan dan ikut menjaga kelestarian laut dengan tidak menggunakan alat tangkap yang merusak lingkungan.

Bagi Dzikri, profesi nelayan bukan sekadar pekerjaan, melainkan bentuk pengabdian kepada keluarga dan masyarakat. Melalui kerja kerasnya setiap hari, kebutuhan ikan bagi warga dapat terpenuhi sekaligus mendukung perekonomian masyarakat pesisir Tuban.

 

PENULIS : MOCH. ALVI NUR FAJRI

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top