
Jalur menuju puncak dengan ketinggian 517 meter di atas permukaan laut (mdpl) di Desa Ngerejeng resmi dibuka. Peresmian ditandai dengan penandatanganan prasasti oleh Rektor Unirow Prof. Warli dan Kepala Desa Ngerejeng Jumain, Rabu (12/8/2026).
Selama ini, Desa Ngerejeng memang dikenal sebagai salah satu kawasan religi karena keberadaan makam Syekh Shodiqo, salah satu tokoh penyebar agama Islam di bumi Wali.
Namun dengan dibukanya wisata baru kawasan ini kini menawarkan destinasi wisata alam dengan panorama perbukitan yang menarik
Meski demikian, pembukaan jalur baru menuju puncak ini bukan pekerjaan yang mudah. Pasalnya, jalur yang dibuka merupakan kawasan bebatuan keras dengan kontur cukup curam.
Namun, berkat kerjasama antara mahasiswa KKN dan warga sekitar, akses menuju destinasi baru itu akhirnya dapat terwujud.
Dalam peresmian, Rektor Unirow Prof. Warli menyampaikan apresiasi kepada Kepala Desa Ngerejeng.
Menurutnya, selain bersedia menerima mahasiswa KKN, Pemerintah Desa juga terbuka untuk berkolaborasi dalam menyukseskan program kerja yang telah dirancang.
“Kami berterima kasih, kepada Bapak Kepala Desa yang berkenan membantu mahasiswa kami,” ucap Rektor.
Lebih lanjut, ia juga menambahkan bahwa meskipun masa pengabdian mahasiswa KKN hanya satu bulan, hasil yang dicapai sangat luar biasa.
Ia juga mengaku, keberhasilan awal ini menjadi fondasi kuat bagi kolaborasi antara mahasiswa, pemerintah Desa dan masyarakat sekitar untuk mendorong pengembangan Desa Wisata.
Rektor menambahkan kolaborasi dan gotong royong antara Unirow dengan Pemerintah Desa Ngerejeng tidak berakhir di sini, melainkan dapat berlanjut ke program-program pengabdian lainnya.
Sementara itu, Kepala Desa Ngerejeng, Jumain, menilai Program Pengabdian Kepada Masyarakat yang digagas oleh mahasiswa ternyata selaras dengan program pembangunan Desa yang telah dirancang.
Pak Jumain juga menambahkan, selama ini pemerintah Desa memang memiliki program untuk membuka destinasi wisata baru. Namun, kendala akses menuju lokasi yang sulit menjadi hambatannya.
“proker anak-anak KKN sama dengan kami, bukan puncak baru, tapi baru sekarang bisa dimulai”, ucap Jumain.
Dengan hadirnya destinasi wisata baru tersebut, Desa Ngerejeng memiliki potensi pengembangan wisata yang semakin beragam. Kawasan ini tidak hanya dikenal sebagai destinasi wisata religi, tetapi juga berpeluang dikembangkan sebagai wisata alam yang menawarkan panorama menarik kepada pengunjung.