
Lamongan – Nasi Muduk khas Desa Sendang Duwur, Kecamatan Paciran, Kabupaten Lamongan, menjadi salah satu kuliner tradisional yang banyak diminati wisatawan. Selain memiliki cita rasa khas, makanan ini juga menawarkan pengalaman bersantap dengan latar pemandangan alam yang memukau dari kawasan perbukitan Sendang Duwur.
Keunikan Nasi Muduk tidak hanya terletak pada nasi berbumbu rempahnya, tetapi juga pada sambal khas yang diracik dari bawang merah, bawang putih, cabai rawit, dan bawang daun yang diiris lalu ditumis. Sajian ini semakin lengkap dengan tambahan mie yang memberikan tekstur dan cita rasa tersendiri, menjadikan Nasi Muduk sebagai kuliner khas yang digemari berbagai kalangan.
Pemilik warung, yang akrab disapa Cak To, mengatakan bahwa Nasi Muduk merupakan makanan tradisional yang telah lama dikenal masyarakat setempat. Hidangan ini disajikan dengan nasi berbumbu rempah dan berbagai lauk pendamping yang menjadi ciri khas kuliner tersebut.
Nasi Muduk Cak To ini buka mulai dari jam 06.00 sampai sehabisnya, biasanya banyak.pengunjung yang datang di sore hari karena sambil menikmati senja yang ada di sendang duwur dan banyak juga pengunjung yang datang di lagi hari saat sarapan.
“Banyak pengunjung datang ke sini untuk menikmati Nasi Muduk sambil melihat pemandangan dari atas bukit. Mereka tidak hanya mencari makanan yang enak, tetapi juga suasana yang nyaman,” ujar Cak To.
Warung Nasi Muduk milik Cak To berlokasi di kawasan Sendang Duwur yang dikenal sebagai destinasi wisata religi dan budaya. Lokasi tersebut ramai dikunjungi wisatawan, terutama pada akhir pekan dan hari libur.
Menurut sejumlah pengunjung, mereka tertarik datang karena ingin merasakan kuliner khas Lamongan yang berbeda dari daerah lain. Selain itu, suasana sejuk dan panorama alam yang terlihat dari lokasi makan menjadi daya tarik tersendiri.
Keberadaan Nasi Muduk khas Sendang Duwur turut membantu memperkenalkan kuliner lokal kepada wisatawan yang datang dari berbagai daerah. Para pelaku usaha berharap makanan tradisional ini dapat terus dilestarikan dan menjadi salah satu ikon wisata kuliner Kabupaten Lamongan.
Penulis Ledista Diva Hilmaniyah