
Tuban – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang berjalan di Kabupaten Tuban tidak hanya membawa perubahan bagi pemenuhan gizi siswa, tetapi juga mulai membuka peluang ekonomi bagi masyarakat yang bergerak di sektor pangan. Dari petani, pedagang bahan makanan, nelayan, hingga pelaku UMKM, program ini menciptakan peluang baru melalui meningkatnya kebutuhan bahan pangan untuk penyediaan makanan bergizi.
Di balik setiap porsi makanan yang disiapkan untuk peserta didik, terdapat aktivitas ekonomi masyarakat yang ikut bergerak. Kebutuhan bahan baku seperti beras, sayuran, telur, daging, hingga ikan membuat berbagai sektor pangan memiliki kesempatan untuk memperluas pasar.
Pelaksanaan Program MBG di Kabupaten Tuban terus mendapatkan penguatan dari pemerintah daerah. Salah satunya melalui pembinaan terhadap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang menjadi pengelola dapur penyedia makanan. Pemerintah Kabupaten Tuban melalui Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) memberikan pembinaan kepada SPPG se-Kabupaten Tuban pada 12 Maret 2026.
Kegiatan tersebut diikuti oleh 280 peserta yang terdiri dari koordinator wilayah SPPG, kepala SPPG, pengawas gizi, tenaga sanitarian, serta tenaga pelaksana gizi. Pembinaan dilakukan untuk memastikan program MBG berjalan sesuai standar keamanan pangan dan kebutuhan gizi masyarakat.
Selain menjadi program peningkatan gizi, MBG juga membuka peluang bagi pelaku usaha kecil di sektor pangan, termasuk pedagang ikan lokal. Salah satunya adalah Wawan, seorang pedagang ikan di Kecamatan Palang yang melihat adanya peluang dari meningkatnya kebutuhan bahan makanan bergizi untuk anak sekolah.
Menurut Wawan, hasil tangkapan nelayan selama ini banyak bergantung pada kondisi pasar dan jumlah pembeli harian. Dengan adanya program yang membutuhkan bahan pangan dalam jumlah tertentu, hasil laut lokal memiliki kesempatan untuk lebih dikenal dan terserap oleh pasar.
Bagi masyarakat pesisir seperti di Kecamatan Palang, sektor perikanan menjadi salah satu sumber penghasilan utama. Ketika permintaan terhadap hasil laut meningkat, dampaknya tidak hanya dirasakan oleh pedagang ikan, tetapi juga nelayan yang menjadi pemasok utama.
Program MBG juga membuka peluang bagi pelaku usaha lain, seperti petani dan UMKM makanan. Kebutuhan bahan pangan dalam jumlah besar membuat hasil pertanian dan produk olahan lokal memiliki peluang untuk masuk dalam rantai pasok makanan bergizi.
Petani sayuran dapat memperoleh pasar tambahan untuk hasil panennya. Selama ini, sebagian petani masih menghadapi tantangan berupa perubahan harga dan ketidakpastian pembeli. Dengan adanya kebutuhan rutin dari program pangan, hasil produksi lokal memiliki peluang untuk terserap lebih stabil.
Begitu juga dengan peternak ayam dan usaha telur. Telur menjadi salah satu bahan pangan yang sering digunakan dalam menu bergizi karena memiliki kandungan protein tinggi. Meningkatnya kebutuhan dapur MBG dapat menjadi kesempatan bagi peternak lokal untuk memperluas pemasaran produknya.
Dari sisi UMKM, program ini juga memberikan peluang bagi usaha kecil yang bergerak di bidang makanan. Pelaku katering, usaha rumahan, hingga penyedia bahan dapur dapat mengambil peran dalam mendukung kebutuhan operasional dapur MBG.
Pelaksanaan MBG juga melibatkan pelaku ekonomi lokal. SPPG diharapkan dapat bekerja sama dengan UMKM, petani, peternak kecil, nelayan, koperasi, maupun BUMDes. Hal tersebut dilakukan agar program MBG tidak hanya memberikan manfaat bagi penerima makanan, tetapi juga mendorong perputaran ekonomi masyarakat.
Meski membuka peluang ekonomi, pelaku usaha tetap menghadapi tantangan. Mereka harus mampu menjaga kualitas produk, memenuhi kebutuhan dalam jumlah tertentu, serta mengikuti standar kebersihan dan keamanan pangan yang telah ditentukan.
Karena itu, kerja sama antara pemerintah, pengelola SPPG, dan masyarakat menjadi hal penting agar peluang ekonomi dari program MBG dapat berjalan secara berkelanjutan.
Pengawasan terhadap pelaksanaan MBG di wilayah Tuban juga terus dilakukan. Sinergi antara berbagai pihak terus diperkuat untuk memastikan program berjalan dengan baik dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
Bagi masyarakat kecil, program MBG bukan hanya tentang penyediaan makanan bergizi bagi anak sekolah. Lebih dari itu, program ini menjadi peluang baru untuk mengembangkan usaha dan memperluas pasar bagi produk lokal.
Dari hasil laut nelayan Palang, hasil panen petani, hingga usaha kecil masyarakat, setiap bagian memiliki peran dalam mendukung keberhasilan program tersebut. Jika terus dikembangkan dengan melibatkan masyarakat sekitar, MBG dapat menjadi salah satu penggerak ekonomi lokal di Kabupaten Tuban.
Dengan adanya kerja sama antara pemerintah dan masyarakat, program MBG diharapkan mampu memberikan manfaat ganda, yaitu membantu meningkatkan kualitas gizi generasi muda sekaligus membuka kesempatan ekonomi baru bagi masyarakat Tuban.
Penulis : Putri Nadia Salsabilla Asih