SOLUTIF

Kisah di Balik Nama Tuban: Antara “Metu Banyu” dan “Watu Tiban”

Sumber foto : SINDOnews.com, UIN Sunan Ampel Surabaya

TUBAN- Hampir setiap daerah menyimpan legenda uniknya sendiri, tak terkecuali kota Tuban yang memiliki kisah tersendiri tentang asal-usul namanya.

Meskipun terdapat beragam narasi mengenai asal-usul Tuban, terdapat dua versi utama yang dikenal secara luas yaitu ‘Metu Banyu’ dan ‘Watu Tiban’.

Masing-masing versi memiliki cerita unik tentang asal-usul Tuban menurut kepercayaan yang berkembang.

Versi pertama yang melegenda di tengah masyarakat bekaitan erat dengan peristiwa alam yang ajaib, yakni ‘Metu Banyu’ (keluar air). Kisah ini mempunyai kaitan erat dengan Bupati Tuban pertama, yaitu Raden Arya Dandang Wacana yang juga dikenal denga sebutan Kyai Gede Papringan.

Kala itu wilayah Tuban masih diselimuti oleh hutan lebat, hutan tersebut dikenal sebagai hutan Papringan. Saat Raden Arya Dandang Wacana mencoba untuk menjadikan hutan tersebut menjadi pemukiman, ada peristiwa yang tak biasa muncul dari bawah tanah yang tiba-tiba mengeluarkan air yang sangat deras. Air yang keluar tersebut sangat bersih, jernih sejuk dan sangat melimpah.

Dengan adanya fenomena yang tak biasa tersebut banyak yang berfikir kalau itu adalah pertanda yang baik bagi wilayah yang baru di buka untuk di jadikan pemukiman tersebut.

Sebab dari peristiwa itu, daerah tersebut dinamakan ‘Metu Banyu’. Alkisah, penyebutan itu kian menyusut dalam lisan masyarakat hingga akhirnya menjadi nama yang kita kenal sekarang Tuban.

Versi lain dari kisah ‘Metu Banyu’ yaitu adalah ‘Watu Tiban’ kisah ini tidak kalah menariknya dengan kisah ‘Metu Banyu’. Kisah yang paling dikenal sebagai salah satu asal-usul kota Tuban adalah watu tiban.

Watu dalam bahasa jawa berarti Batu sedangkan tiban dalam bahasa jawa berarti jatuh. Awal mula peristiwa ini terjadi menurut cerita rakyat pada masa kejayaan Majapahit, terdapat batu pusaka yang di bawa oleh sepasang burung menuju ke wilayah Demak.

Batu tersebut di percaya adalah batu yang sakral dan berkaitan dengan kekuasaan kerajaan. Dalam perjalanan menuju ke Demak, batu pusaka yang di bawa oleh burung-burung tersebut secara tiba tiba terlepas dan terjatuh berada tepat di wilayah yang sekarang terkenal dengan sebutan nama Tuban.

Peristiwa tersebut dikenal oleh masyarakat sebagai ‘Watu Tiban’ yang seiring berjalannya waktu penyebutan ‘Watu Tiban’ menjadi nama ‘Tuban’ yang sekarang kita kenal.

Kedua kisah tersebut merupakan legenda turun-temurun. Antara ‘Metu Banyu’ dan ‘Watu Tiban’, keduanya dipercaya sebagai asal-usul nama Tuban.

Meskipun terdapat banyak versi lain, kedua cerita inilah yang paling populer di masyarakat dan patut diketahui semua orang.

 

Penulis : Eka Fadhilla Septiyani

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top