Foto: sewa mobil remot control.[/caption]
Tuban: Berawal dari iseng membeli mobil remot control mainan, seorang warga yang berasal dari Latsari, Kabupaten Tuban, bernama Pak Abi yang mampu membuktikan bahwa inovasi kecil dapat membuahkan keuntungan yang berlipat ganda.
Beliau sudah menjajakan jasa sewa mobil remot control mainan di taman kota Abipraya Tuban sejak tahun 2023 hingga saat ini.
Semula berawal dari inovasinya yang bersumber dari pengamatan peluang pasar di taman kota Abhipraya. Pada saat itu belum ada orang yang menjajakan jasa sewa mobil remot control mainan, ia berinisiatif membeli 5 mobil remote control sebagai modal awal jasa sewa. Berkat ketelatenan dan keuletan Pak Abi usaha tersebut berkembang pesat hingga saat ini. Pak Abi mampu menambah jumlah mobil remot control mainan sebanyak 5 buah dan menambah beberapa inovasi lain seperti sewa gelembung air, sewa scooter listrik, dan juga sewa mainan pasir.
satu jenis permainan di sewakan seharga 10.000 rupiah dengan durasi 15 menit. Pada hari biasa beliau mendapatkan paling sedikitnya 5 pelanggan. Lalu di hari weekend beliau bisa mendapatkan 10-15 lebih pelanggan.
“Kurang lebih 5 kalau hari biasa, Senin sampai Kamis itu. Kalau ramainya kan Jumat, Sabtu, Minggu itu ramai. Sabtu-Minggu positif ramai”, ujar Pak Abi.
Dapat di simpulkan rata rata omset pak abi dalam jangka waktu 1 hari di hari biasa mendapatkan seminimalnya Adalah Rp.50.000 ribu. Sedangkan di hari weekend beliau mendapatkan omset per hari seminimalnya adalah Rp.100.000-Rp.150.000 ribu.
Omset terbesar beliau adalah saat hari libur dan hari raya lebaran, Pak Abi mampu meraup uang sebanyak 1 juta lebih.
“Kalau liburan atau atau lebaran satu hari sampai malam satu juta lebih”, ujar Pak Abi.
Sehubungan dengan adanya kebijakan Pemerintah Kabupaten Tuban yang tidak memperbolehkan pedagang kaki lima berjualan di area taman kota, maka para pedagang kaki lima yang lain seringkali terkena razia satpol pp.
Uniknya, berbeda dengan pedagang kaki lima lainnya, meskipun Pak Abi bertempat di Taman Kota, ia belum pernah terjaring razia dikarenakan ia hanya menjajakan barang sewaan.
“Meskipun ada Satpol PP, kulo mboten diobrak (saya tidak diusir). Masalahnya kan barang kecil, mobil ya, barang kecil. Kalau kayak gitu, masnya itu ya paling yang dipinggirin layangannya, dipinggirin ke sana (samping taman). Yang penting enggak terlalu menyolok kamera CCTV. Kalau mobil ini enggak, terlalu kecil”, ucap Pak Abi.
Beberapa kali pak abi juga sempat di tawarkan pindah tempat oleh temannya di beberapa acara besar namun beliau menolak dengan alasan efisiensi.
“Kemarin temanku pas Haul Sunan Bonang katanya ya ramai, cuma sama-sama aja sih. Kalau aku tak telateni di sini ya sama aja pendapatannya. Kalau di sana kan lebih ramai, tapi umbel-umbelan (berdesak-desakan) terus arenannya juga ada uang sewanya sendiri per meternya 100-200 ribu, Di sini tak telateni ae”, Ucap Pak Abi.
Meskipun di luar dengan omzet yang besar Pak Abi lebih memilih berjualan di taman kota dengan omzet yang pas-pasan. Selain karena efisiensi, di Taman Kota beliau tidak perlu memberikan uang sewa lapangan untuk berjualan seperti Ketika ada acara di luar.