SOLUTIF

Harga Telur Turun Saat Libur Sekolah, Pembeli Merasa Diuntungkan 

Foto: Ibu Yanti saat membeli telur di salah satu warung di Desa Hargoretno 1.

TUBAN – Penurunan harga telur ayam selama musim libur sekolah membawa dampak positif bagi masyarakat. Harga yang lebih terjangkau membuat sebagian pembeli merasa terbantu dalam memenuhi kebutuhan rumah tangga, termasuk Ibu Yanti, warga Desa Hargoretno 1 Kecamatan kerek.

Ibu Yanti mengaku lebih sering membeli telur sejak harga komoditas tersebut mengalami penurunan. Menurutnya, harga telur yang sebelumnya mencapai sekitar Rp28.000 per kilogram kini turun menjadi sekitar Rp25.000 per kilogram.

Menurut Ibu Yanti, penurunan harga telur diduga berkaitan dengan penghentian sementara Program Makan Bergizi Gratis (MBG) selama masa libur sekolah. Ia menilai kondisi tersebut turut memengaruhi harga telur di pasaran.

“Karena sekarang musim liburan sekolah dan MBG juga diberhentikan sementara, jadi harga telur turun. Dulu sekitar Rp28 ribu per kilogram, sekarang menjadi Rp25 ribu per kilogram,” ujar Ibu Yanti.

Ia juga berpendapat bahwa penurunan harga telur tidak hanya dirasakan di tempatnya berbelanja, tetapi juga terjadi di beberapa daerah lain, termasuk di Desa Hargoretno 1.

Bagi Ibu Yanti, harga telur yang lebih murah membuatnya lebih leluasa memenuhi kebutuhan rumah tangga. Ia mengatakan telur menjadi salah satu menu yang hampir selalu tersedia di rumah karena mudah diolah dan memiliki kandungan protein yang baik.

Meski demikian, Ibu Yanti mengaku tetap akan membeli telur apabila harganya kembali naik setelah masa liburan sekolah berakhir. Menurutnya, telur merupakan makanan yang rutin dikonsumsinya, terlebih saat ini ia sedang menjalani program diet.

“Walaupun nanti harganya naik lagi, saya tetap beli karena saya memang suka mengonsumsi telur. Sekarang juga sedang diet, jadi telur sering saya jadikan pengganti nasi,” katanya.

Ia berharap harga telur tetap stabil sehingga masyarakat tidak terbebani ketika memenuhi kebutuhan pangan sehari-hari. Menurutnya, kenaikan harga yang terlalu tinggi, terutama menjelang hari raya, cukup memengaruhi pengeluaran rumah tangga.

“Semoga harga telur tetap stabil dan tidak melonjak drastis seperti menjelang hari raya. Waktu itu harganya sampai Rp32 ribu per kilogram,” tuturnya.

Penurunan harga telur selama musim libur sekolah menjadi kabar baik bagi sebagian pembeli. Meski demikian, mereka berharap harga telur tetap stabil agar kebutuhan pangan sehari-hari dapat terus terpenuhi dengan harga yang terjangkau.

Penulis: Mochammad Alfian Yasdat

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top