SOLUTIF

Dampak Pelemahan Rupiah, Harga Oli dan Ban di Bengkel Desa Bogorejo Meroket

Sumber Gambar: Mandiri/ Zulham Kusuma Alam

TUBAN – Melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar AS yang menembus Rp17.891,85 per dolar mulai dirasakan pelaku usaha bengkel sepeda motor di Desa Bogorejo, Kecamatan Bancar. Kenaikan kurs itu mendorong lonjakan harga oli dan ban, sehingga beban operasional bengkel meningkat dan layanan ke konsumen ikut terdampak.

Pemilik bengkel setempat, Tamtomo, mengatakan dalam beberapa hari terakhir distributor menaikkan harga secara bertahap. “Dulu oli dijual sekitar Rp30.000 per botol, kini mencapai Rp50.000. Harga ban yang sebelumnya sekitar Rp170.000 per unit juga naik menjadi Rp200.000,” kata Tamtomo.

Dampak pada konsumen dan layanan Kenaikan harga, membuat beberapa bengkel menyesuaikan tarif jasa servis. Sehingga banyak pelanggan mengeluhkan tingkat biaya perawatan kendaraan. Seorang warga Desa Bogorejo, Fitri mengatakan, “Biaya ganti oli sekarang terasa lebih mahal, kami harus lebih sering menimbang kebutuhan servis motor.”

Masyarakat sangat berharap supaya kondisi nilai tukar rupiah dapat kembali stabil, supaya harga kebutuhan otomotif tidak terus mengalami kenaikan.

Para pengusaha bengkel sepeda motor juga sangat berharap, adanya tindakan yang dapat menekankan biaya distribusi. Sehingga harga oli, ban dan suku cadang lainnya tetep terjangkau bagi konsumen.

Kondisi pelemahan rupiah membawa tekanan nyata bagi usaha kecil di sektor otomotif di pedesaan. Langkah koordinasi antara pemerintah, distributor, dan pelaku usaha diperlukan untuk mencegah dampak lanjutan pada konsumen.

 

Penulis: Zulham Kusuma Alam

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top