SOLUTIF

Rincian Terbaru Harga Emas Antam Hari Ini: Ada Penurunan Cukup Signifikan!

Sumber Foto : kumparan.com

JAKARTA – Harga emas batangan PT Aneka Tambang (Persero) Tbk atau Antam yang dipantau dari halaman Logam Mulia pada Kamis (18/6/2026) pagi, mengalami penurunan yang cukup signifikan.

Harga emas Antam hari ini turun sebesar Rp 25.000 per gram dan kini berada di level Rp 1.340.000 per gram. Pada perdagangan hari sebelumnya, harga emas Antam sempat bertahan di posisi Rp 1.365.000 per gram.

Penurunan ini juga diikuti oleh harga pembelian kembali atau buyback emas Antam yang merosot sebesar Rp 25.000 per gram ke level Rp 1.238.000 per gram. Harga buyback ini merupakan patokan jika Anda ingin menjual emas kembali ke pihak Antam.

Adapun berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 34/PMK.10/2017, pembelian emas batangan dikenakan PPh 22 sebesar 0,45 persen untuk pemegang NPWP dan 0,9 persen untuk non-NPWP. Setiap pembelian emas batangan disertai dengan bukti potong PPh 22.

Berikut adalah rincian pecahan harga emas batangan Antam hari ini, belum termasuk pajak:

  • Emas 0,5 gram: Rp 720.000
  • Emas 1 gram: Rp 1.340.000
  • Emas 2 gram: Rp 2.620.000
  • Emas 3 gram: Rp 3.905.000
  • Emas 5 gram: Rp 6.475.000
  • Emas 10 gram: Rp 12.895.000
  • Emas 25 gram: Rp 32.112.000
  • Emas 50 gram: Rp 64.145.000
  • Emas 100 gram: Rp 128.212.000
  • Emas 250 gram: Rp 320.265.000
  • Emas 500 gram: Rp 640.320.000
  • Emas 1.000 gram: Rp 1.280.600.000

Direktur PT Laba Forexindo Berjangka, Ibrahim Assuaibi, menjelaskan bahwa penurunan tajam harga emas Antam ini terjadi sejalan dengan lesunya pergerakan harga emas di pasar spot dunia yang tertekan penguatan indeks dolar Amerika Serikat (AS).

Menurut Ibrahim, ekspektasi pasar bahwa bank sentral AS, Federal Reserve (The Fed), akan menahan kebijakan suku bunga tinggi dalam jangka waktu yang lebih lama membuat dolar AS kian diminati investor global.

“Indeks dolar saat ini kembali perkasa karena inflasi di AS masih terpantau lengket, sehingga peluang pemotongan suku bunga oleh The Fed menjadi sangat kecil tahun ini. Ketika dolar menguat, investasi emas dunia yang dihargai dengan greenback menjadi terasa lebih mahal bagi pemegang mata uang lain. Akibatnya, ada tekanan jual yang cukup besar di pasar komoditas,” ujar Ibrahim saat dihubungi pihak kompas, Kamis (18/6/2026).

Ibrahim menambahkan, meredanya tensi geopolitik di Timur Tengah secara perlahan juga membuat sebagian investor institusi mulai melakukan aksi ambil untung (profit taking) dan memindahkan dana mereka ke instrumen investasi yang dinilai memiliki imbal hasil lebih pasti, seperti obligasi negara AS.

Meskipun demikian, Ibrahim menilai koreksi ini masih dalam batas wajar dan bisa dimanfaatkan oleh masyarakat untuk melakukan investasi jangka panjang.

“Bagi investor ritel atau masyarakat yang ingin mengamankan aset untuk jangka panjang, penurunan Rp 25.000 ini bisa menjadi momentum yang bagus untuk mulai melakukan akumulasi atau mencicil beli kembali,” tuturnya.

 

Penulis : nandra rifqi prayuga

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top