TUBAN – Gelanggang Olahraga (GOR) Tuban tidak hanya menjadi sarana olahraga dan tempat berkumpul favorit warga pada sore serta malam hari. Kawasan ini juga telah menjelma menjadi pusat kuliner bagi para pedagang kaki lima yang menjajakan aneka makanan dan minuman. Di antara sekian banyak pilihan, terdapat satu lapak yang menyajikan menu berbeda dari yang lain, yaitu Cirambay Pangsit.

Kuliner yang terbuat dari tepung tapioka dengan perpaduan rasa asin, gurih, dan pedas ini menjadi salah satu makanan yang sangat digemari, khususnya oleh kalangan remaja putri.
Pemilik usaha Cirambay Pangsit, Mbak Sasa, mengaku telah berjualan di kawasan GOR Tuban selama kurang lebih enam tahun. Melalui bisnis mandiri ini, ia mampu meraup omset hingga Rp1 juta dalam sehari saat dagangannya laku keras. Selain mengandalkan penjualan langsung lewat gerobak, Mbak Sasa juga aktif mempromosikan produknya secara digital melalui media sosial Instagram (@aci_raos) dan layanan pesan WhatsApp.
Menurut Mbak Sasa, varian yang paling diminati oleh pelanggan setianya adalah Cirambay Pangsit Goreng Pedas. Varian inilah yang selalu paling cepat habis terjual, terutama saat memasuki akhir pekan.
“Kalau weekend, dagangan saya selalu ramai pembeli perempuan. Mereka rata-rata mencari variasi Cirambay Pangsit Goreng Pedas. Saya biasanya jualan sampai jam 10 malam, tetapi kalau akhir pekan, jam segitu stok cirambay sudah ludes terjual,” ujar Mbak Sasa.
Dengan patokan harga Rp5.000 per porsi, kuliner ini dinilai sangat ramah di kantong pelajar dan mahasiswa. Keunikan menu ini juga menjadi strategi jitu Mbak Sasa dalam meraup keuntungan, mengingat belum ada pesaing lain yang menjual menu serupa di area GOR Tuban.
Meskipun persaingan antar-pedagang makanan di kawasan tersebut cukup ketat, hal itu tidak menyurutkan semangatnya. Ia mengaku selalu optimis dalam menjalankan usahanya.
“Rezeki manusia sudah diatur oleh Allah, jadi saya sebagai manusia hanya bisa bersyukur dan terus berusaha,” tuturnya ramah.
Meski saat ini belum memiliki cabang resmi, Mbak Sasa menyimpan harapan besar untuk masa depan usahanya. Jika diberikan kelancaran rezeki dan modal yang cukup, ia berencana untuk mengembangkan bisnisnya dengan membuka cabang baru di wilayah lain di Kabupaten Tuban. Perjalanan usaha ini menjadi bukti bahwa kreativitas dalam memilih menu unik dapat menjadi peluang bisnis yang menjanjikan di tengah ramainya pusat keramaian kota.

Penulis: Adila Nur Malita Sari