
Tuban– Keberadaan pedagang pelas palang di tepi jalan masih menjadi bagian dari aktivitas ekonomi masyarakat. Meski menghadapi berbagai tantangan, mulai dari cuaca yang tidak menentu hingga persaingan dengan makanan modern dan cepat saji, para pedagang tetap mempertahankannya. Salah satunya ibu narti yang masih setia menjadi pedagang pelas. Pelas adalah makanan yang kaya cita rasanya khas terbuat dari perpaduan antara jagung muda, sedikit tepung serta rempah-rempah.
Dengan komposisi yang tepat serta takaran seimbang tersebut ketika digoreng menyebarkan aroma yang khas. Tak heran pelas palang sangat banyak peminatnya mulai dari anak-anak hingga remaja bahkan juga lansia.
Bu narti menjelasakan, ia tidak hanya berjualan pelas palang tetepi juga menjual berbagai makanan seperti rujak, snack, es dan makanan ringan lainnya.
“tidak hanya pelas palang saya juga menjual rujak dan berbagai macam minuman rasa rasa dan sirup buatan sendiri yang diisi cao biasanya disebut es cincau,” ujarnya.
Bu narti telah berjualanan lebih dari 10 tahun. awalnya, bu narti berjualan di salah satu gang sempit desa palang. Karena dirasa kurang strategis, 3 tahun yang lalu bu narti memutuskan untuk berpindah lokasi.
Kini ibu murah senyum tersebut memilih lokasi tepi jalan raya. Ia juga mengaku keputusannya berpindah adalah untuk mempermudah akses.
“saya lebih suka berjualan di tepi jalan raya karena lebih mudah pelangan tertarik, udah 3 tahunan saya berjualan di sini (tepi jalan), dulunya saya berjualan digang sana tapi kurang peminat karena sepi,” ujarnya.
Menurut bu narti, berjualan di tepi jalan raya sangat strategis karena banyaknya lalu lalang kendaraan yang lewat dan juga mudah pembeli untuk tertarik.
Seperti pedangang pada umumnya bu narti setiap hari berjualan dari pagi hingga sore tetapi kadang juga sampe malam karena dagangannya belum juga habis. Bu narti juga kerap bercanda sama pelanganya, sambil menunggu pelas yang digorengnya matang.
“saya setiap hari berjualan dari pagi sampe sore disini kadang juga sampai malam, karena jualan saya belum habis juga, kalo lewat sini mampir yaaa beli jualan saya,” ujarnya sambil tertawa kecil.
Bagi Ibu Narti, berjualan di tepi jalan terbukti lebih menguntungkan karena lalu lintas yang ramai memudahkan calon pembeli. Meski perjuangan berjualan sejak pagi sampai larut sangat melelahkan, Ibu Narti tetap optimis dan ramah kepada pelangannya.
Penulis: Della Amelia Rosydah