SOLUTIF

Kesempatan Emas untuk Dosen: Beasiswa S3 Vokasi 2026 Gratis di 19 Perguruan Tinggi Terbaik

Sumber Foto : kompas.com

Pemerintah kembali membuka peluang besar bagi para dosen vokasi di Indonesia melalui program Beasiswa Doktoral Vokasi 2026.

Program ini menjadi langkah strategis untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia di bidang pendidikan vokasi sekaligus memperkuat daya saing perguruan tinggi vokasi di era industri modern.

Melalui program ini, para dosen berkesempatan menempuh pendidikan jenjang doktor (S3) secara gratis di 19 perguruan tinggi terbaik dalam dan luar negeri yang telah bekerja sama dengan pemerintah, yaitu Perguruan Tinggi: UI, ITB, IPB University, ITS, Universitas Airlangga, Universitas Andalas, Universitas Brawijaya, Universitas Diponegoro, Universitas Gadjah Mada, Universitas Hasanuddin, Universitas Padjadjaran, Universitas Sriwijaya, Universitas Sumatera Utara, Universitas Syiah Kuala, dan Universitas Udayana.

Politeknik: PENS Surabaya, Politeknik Negeri Malang, Politeknik Negeri Bali, dan Politeknik Negeri Ujung Pandang. Seluruh biaya pendidikan ditanggung penuh, termasuk dukungan akademik dan pengembangan kompetensi selama masa studi.

Program Beasiswa Doktoral Vokasi 2026 diharapkan mampu melahirkan lebih banyak tenaga pendidik berkualitas tinggi yang tidak hanya unggul dalam teori, tetapi juga memiliki kemampuan riset dan inovasi yang relevan dengan kebutuhan dunia industri.

Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi menyampaikan bahwa program ini merupakan bentuk nyata komitmen pemerintah dalam memperkuat ekosistem pendidikan vokasi nasional.

“Pendidikan vokasi membutuhkan dosen-dosen yang adaptif, inovatif, dan memiliki kompetensi global. Karena itu, pemerintah membuka akses seluas-luasnya bagi para dosen untuk melanjutkan studi doktoral tanpa terbebani biaya pendidikan,” ujarnya.

Sebanyak 19 kampus tujuan yang terlibat dalam program ini dikenal memiliki reputasi unggul di bidang teknologi, rekayasa, bisnis, dan pendidikan terapan. Para penerima beasiswa nantinya akan mendapatkan kesempatan memperluas jejaring akademik, melakukan penelitian kolaboratif, hingga meningkatkan kualitas pembelajaran di institusi asal masing-masing.

Pendaftaran Beasiswa Doktoral Vokasi 2026 dijadwalkan dibuka dalam beberapa tahap dengan proses seleksi yang mencakup administrasi, kemampuan akademik, proposal riset, serta wawancara. Para dosen yang memenuhi syarat diimbau segera mempersiapkan dokumen dan proposal studi sejak dini agar peluang lolos semakin besar.

Syarat :

1. Dosen tetap di lingkungan Kemdiktisaintek yang berasal dari politeknik dan sekolah vokasi, yang masih berkualifikasi magister. Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

2.Memiliki Surat Penerimaan dari program doktor (jenjang S3) di perguruan tinggi penyelenggara.

3.Berstatus Warga Negara Indonesia (WNI), dibuktikan dengan KTP yang masih berlaku

4.Berusia maksimal 50 tahun per 31 Desember 2026

5.Memiliki Nomor Urut Pendidik dan Tenaga Kependidikan (NUPTK) yang terdaftar pada Pangkalan Data Pendidikan Tinggi (PDDikti)

6.Belum memiliki gelar doktor dan tidak sedang menjalani studi doktor (ongoing)

7.Memiliki surat izin melanjutkan studi doktoral dalam negeri dari Wakil Rektor Bidang Sumber Daya atau Kepala Biro Kepegawaian untuk dosen Perguruan Tinggi Negeri dan dari Kepala LLDikti untuk dosen Perguruan Tinggi Swasta sesuai format pada Lampiran 1 (cek tautan Kemdiktisaintek).

8.Mengisi surat pernyataan diri sesuai format pada lampiran 2 (cek tautan Kemdiktisaintek).

9.Memiliki tema/topik/judul rencana penelitian Doktoral. sesuai format pada Lampiran 3 (cek tautan Kemdiktisaintek).

10.Melampirkan Surat Pernyataan Pendaftar Beasiswa Doktoral Dalam Negeri sesuai format pada Lampiran 4 (cek tautan Kemdiktisaintek).

11.Melampirkan surat keterangan sehat dari instansi kesehatan pemerintah (Puskesmas, Rumah Sakit Umum Daerah, Rumah Sakit Umum Pusat, atau yang setara). 12. Penerima Beasiswa Doktoral Vokasi menyampaikan perkembangan studi setiap semester, pada laman: https://kualifikasidikti.kemdiktisaintek.go.id/

Dengan hadirnya program ini, pemerintah berharap kualitas pendidikan vokasi Indonesia semakin maju dan mampu mencetak inovasi yang berdampak langsung bagi perkembangan industri nasional maupun internasional.

 

Penulis : Nadiyatul Ul Ya

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top