SOLUTIF

Harga Ikan di Pasar Lamongan Anjlok Lebih 50 Persen, Petani dan Pedagang Mengeluh Kerugian

Lokasi Pasar Ikan Lamongan

LAMONGAN – Harga berbagai jenis ikan air tawar di Pasar Ikan Lamongan Jawa Timur, merosot tajam dalam dua pekan terakhir, dengan penurunan mencapai lebih dari 50 persen dari harga normal.

Kondisi ini terjadi akibat melimpahnya pasokan saat musim panen raya yang tidak sebanding dengan daya serap pasar, membuat para petani tambak, pengepul, dan pedagang merugi besar.

Berdasarkan pantauan langsung di lokasi, penurunan harga terjadi pada hampir seluruh komoditas utama. Ikan mujair yang biasanya dijual Rp18.000–Rp22.000 per kilogram, kini hanya bertahan di kisaran Rp8.000–Rp12.000.

Bahkan menjelang siang, harga bisa jatuh lagi hingga Rp3.000–Rp4.000 per kilogram karena sisa stok yang masih banyak dan harus segera dijual.

Ikan tombro atau ikan mas juga mengalami nasib serupa: dari harga biasa Rp20.000/kg, sekarang hanya laku Rp6.000–Rp8.000/kg. Penurunan juga tercatat pada ikan bandeng (dari Rp32.000 menjadi Rp26.000/kg) dan ikan bader/tawes (dari Rp22.000 jadi Rp10.000–Rp12.000/kg) .

Selain pasokan berlebih, cuaca yang kurang mendukung dan beberapa daerah terdampak banjir juga ikut mempengaruhi.

Banyak ikan yang tumbuh tidak maksimal atau berukuran kecil, sehingga nilai jualnya makin rendah. “Kemarin tambak saya terendam air, ikan jadi kecil-kecil. Dijual cuma Rp4.000 sekilo, jelas rugi besar karena biaya pakan dan perawatan tidak terpulihkan, keluh mas Redy, salah satu petani tambak di Kecamatan widang.

Para pedagang dan pengepul juga merasakan dampak negatif. Sundar/Pak Ipul, pengepul ikan, mengatakan meski harga beli murah, keuntungan tidak bertambah karena volume yang bisa dijual terbatas. “Kalau tidak laku waktu pagi hari, ikan akan cepat rusak, akhirnya terpaksa dijual di bawah harga beli. Sudah hampir dua minggu ini kami seret,” katanya.

Di sisi konsumen, penurunan ini justru disambut gembira. Warga yang berbelanja mengaku bisa membeli ikan dalam jumlah lebih banyak dengan anggaran sama. “Biasanya beli sekilo mujair habis Rp20 ribu, sekarang cukup Rp10 ribu. Ini kesempatan bagus untuk makan ikan lebih sering,” kata Putra nurkharim selaku konsumen/pembeli di pasar tersebut yang ngecer.

Sampai berita ini diturunkan, harga ikan di Pasar Lamongan belum menampakkan tanda-tanda kenaikan, dan pasokan masih terus mengalir masuk dalam jumlah besar.

 

Penulis : Wildan Bintang P

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top