SOLUTIF

WFH di UNIROW Tuban Hemat Biaya, Tapi Uji Efektivitas Pembelajaran

Gedung universitas PGRI Ronggolawe Unirow Tuban

Universitas PGRI Ronggolawe resmi memberlakukan kebijakan penyesuaian pola kerja bagi seluruh sivitas akademika. Kebijakan ini menjadi tindak lanjut atas Surat Edaran Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Nomor 2 Tahun 2026 tentang transformasi budaya kerja yang lebih adaptif, efisien, dan berbasis digital.

Melalui surat edaran bernomor 0978/071073/AK/2026 tertanggal 9 April 2026, Rektor UNIROW, Dr. Drs. Warli, M.PD., menetapkan skema Work From Home (WFH) mulai 13 April 2026. Dalam aturan tersebut, dosen dan tenaga kependidikan diperbolehkan bekerja dari rumah, sementara staf administrasi tetap menjalankan sistem piket dengan kehadiran minimal 50 persen setiap minggu.

“Bapak/ibu direktur PPs, Dekan, Kaprodi, dilingkungan Unirow dimohon untuk melakukan WFH selama 1 hari setiap Minggu, dan pelaksanaanya kami serahkan sepenuhnya kepada pimpinan fakultas dan Prodi,” ucap Warli dalam Surat edarnya.

Selain itu, kampus juga menerapkan langkah efisiensi energi, seperti pengaturan suhu pendingin ruangan, optimalisasi penggunaan ruang belajar, serta pembatasan penggunaan perangkat elektronik. Seluruh aktivitas administrasi dan koordinasi selama WFH diintegrasikan melalui layanan digital resmi kampus.

“Penyesuaian ini diharapkan tidak mengurangi efektivitas layanan dan tetap menjaga kualitas pembelajaran mahasiswa,” tegas Rektor.

Meski menawarkan efisiensi, kebijakan ini juga memunculkan dinamika di lapangan. Salah satu dosen UNIROW, Seviyenti Fikroh, menilai WFH sebagai kebijakan dengan dua sisi.

Menurutnya, dari sisi positif, WFH mampu menekan biaya operasional pribadi, terutama untuk mobilitas harian. Namun, di sisi lain, efektivitas pembelajaran menjadi tantangan yang tidak bisa diabaikan.

“Pembelajaran terasa kurang maksimal karena interaksi langsung di kelas sulit tergantikan. Ditambah lagi kendala teknis seperti sinyal yang kerap mengganggu proses daring,” ujarnya, Jumat (24/4).

Ia menambahkan, kondisi ini menuntut dosen untuk lebih adaptif dan kreatif dalam menyusun metode pembelajaran. Berbagai strategi alternatif perlu disiapkan agar mahasiswa tetap terlibat aktif meski belajar dari rumah.

“Kuncinya ada pada inovasi metode. Dosen harus memastikan pembelajaran tetap interaktif dan tidak membosankan,” imbuhnya.

Kebijakan WFH satu hari per minggu ini akan terus dievaluasi oleh pihak kampus. UNIROW berharap langkah tersebut mampu menciptakan keseimbangan antara efisiensi kerja dan kualitas pembelajaran, seiring dengan tuntutan transformasi digital di dunia pendidikan.

 

Penulis: Nadiyatul Ul ya

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top