
TUBAN — Di tengah keramaian alun-alun kota dengan matahari terik yang menyengat kulit tidak membuat lelah para pejuang rupiah, salah satunya NA perempuan pekerja keras yang tanpa lelah mengais rezeki demi keluarga kecilnya dengan menjual pentol sebagai sumber pencaharian utama sejak awal pandemi Covid-19. Banyak orang yang kehilangan pekerjaan akibat pandemi yang melanda tahun lalu. Namun, NA tetap bertahan menghadapi kesulitan ekonomi yang datang.
Kota ini termasuk indah dan makmur bagi masyarakatnya terutama bagi para masyarakat yang menggantungkan nasibnya sebagai pedagang, tentu ada secarik harapan bagi para pejuang rezeki termasuk salah satunya adalah NA yang hingga kini mengharapkan keputusan yang dapat menguntungkan kedua belah pihak terkait Peraturan Daerah (Perda) Kabupaten Tuban yang telah disepakati.
“Saya hanya berharap bahwa para pedagang dapat direlokasikan ke tempat yang strategis juga, karena tempat yang telah disepakati saat itu justru membuat omset para pedagang lokal turun dan laba yang didapatkan pun sangat tidak efisien. Terkadang ada pemikiran, bagaimana nasib saya jika penjualan terus menurun,” ungkap NA sembari memikirkan akan bagaimana nasib para pedagang lokal nantinya. Tentu saja kondisi ini sering kali memicu kekhawatiran mendalam mengenai keberlangsungan nasib para pedagang untuk kedepannya terutama yang menghidupi keluarga kecilnya.
Biasanya, musim yang paling ramai dalam meraup keuntungan adalah saat libur panjang karena banyak pendatang yang datang untuk melihat indahnya Alun-Alun Tuban. Namun, NA mengungkapkan walau saat libur panjang pun dengan letak lokasi yang saat ini strategis tidak dapat menjamin keuntungan yang stabil, kondisi ini diperparah dengan nilai rupiah yang kian turun drastis, sehingga berdampak buruk terhadap penjualan para pedagang tentunya karena harga bahan baku yang kian naik.
Menurutnya berjualan dalam bentuk apapun asal itu demi niat baik pasti pintu rezeki tidak akan salah alamat. Oleh karena itu, ia selalu berpikir positif apapun keadaannya dan berharap akan ada kebijakan baru yang dapat menguntungkan kesejahteraan bagi para pedagang lokal.
Penulis : Nessa Frida Febra Aunuguera