SOLUTIF

Relokasi PKL Alun-Alun Tuban, Dilema Satpol PP Tertibkan Pedagang yang Nekat Kembali ke Jalan

Kondisi PKL setelah relokasi

TUBAN-Pemerintah Kota Tuban resmi merelokasikan pedagang kaki lima (PKL) dari kawasan Alun-Alun Tuban ke area parkir Pantai Boom pada awal tahun 2025, guna menata estetika kota gara lebih bersih dan rapi. Namun, kebijakan ini memicu penurunan omzet pedagan dan membuat Satpol PP harus berjaga ketat setiap hari demi mencegah pedagang kembali ke jalan.

Sejak relokasi, pemandangan di Alun-Alun Tuban tepatnya di depan Masjid Agung Tuban memnag tampak jauh lebih tertata dan bersih. Namun, kondisi ini berbanding terbalik dengan yang di rasakan para pedagang, mereka mengaku omzet mereka turun drastis karena sepinya pengungjung yang mampir ke Pantai Boom.

Kondisi ini membuat beberapa pedagang nekat kembali membuka lapaknya di area alun-alun, seingga memicu aksi “kucing-kucingan” dengan Satpol PP setiap harinya. 

Salah seorang petugas Satpol PP setempat, Ariyadi (54) mengungkapkan dilema yang ia dan rekan-rekannya rasakan tiap kali menjalankan tugas. “Sebetulnya kami juga kasihan karena sama-sama mencari nafkah buat keluarga di rumah, mau bertindak lebih keras pun kami berat, tidak tega. Mendapat cacian sudah biasa, tapi bagaimana lagi, ini sudah tugas kami. Kami hanya menjalankan tugas dan perintah dari atasan demi ketertiban kota,” ujar Ariyadi saat di temui di sela-sela waktu jaganya.

Sementara itu, Aminah (50) salah satu pedagang es yang terdampak berharap supaya pemerintah tidak hanya memindahkan lokasi tetapi juga memberi bantuan modal atau subsidi begi pedagang yang mengalami penurunan omzet.

“Kami cuma berharap supaya di beri bantuan, karena sudah mengalami kerugian yang banyak,” keluh Aminah.

Di sisi lain, perubahan ini memicu berbagai reaksi dari masyarakat sekitar. Ida (28) salah satu warga lokal Tuban, mengaku lebih senang karena kawasan pusat kota menjadi lebih bersih, tertata dan nyaman untuk tempat bersantai. Namun, ia juga berharap supaya pemerintah dapat memberikan solusi yang tepat bagi para pedagang kaki lima (PKL) supaya area Pantai Boom kembali ramai seperti dulu agar roda ekonomi para pedagang tetap berputar.

Penulis : Jessyca Diva Edhelwise

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top