
SOLUTIF – Nama Jerhemy Owen Wijaya semakin dikenal publik sebagai kreator konten yang konsisten menyuarakan isu-isu lingkungan melalui media sosial. Lahir di Jakarta, pada 29 April 2002, Jerhemy Owen hadir bukan sekadar dengan konten visual yang menarik, tetapi juga membawa pesan dan ajakan untuk menyadarkan kaum muda bahwa menjaga lingkungan, mengelola sampah, dan pelestarian lingkungan sangat penting untuk kedepannya.
Jerhemy Owen menempuh pendidikan di Avans University of Applied Sciences, Breda, Belanda pada tahun 2020. Jerhemy Owen sendiri mengambil jurusan Environmental Technology and Renewable Energy.
Melalui akun media sosialnya, Jerhemy Owen kerap membagikan konten edukatif yang dikemas sederhana mungkin, agar mudah dipahami masyarakat luas. Ia membuat berbagai konten seputar pemilahan sampah, pengelolaan sampah plastik, fakta menarik tentang limbah plastik, aksi bersih-bersih lingkungan, hingga kegiatan menanam pohon.
Kepedulian Jerhemy Owen terhadap isu lingkungan mulai tumbuh sejak ia menempuh pendidikan di Belanda. Melihat sistem pengelolaan sampah yang sangat terorganisir di sana, ia semakin terdorong untuk membawa semangat perubahan ke Indonesia. Ia menyadari bahwa masalah lingkungan di Indonesia bukan hanya sekedar fasilitas umum, tetapi juga dari pola pikir masyarakat.
Selain aktif di dunia digital, Jerhemy Owen juga turun langsung ke lapangan, seperti ke Tempat Pembuangan Sampah (TPS) termasuk Bantar Gebang di Bekasi, Greenposa di Bogor, tempat daur ulang limbah plastik. Ia juga pernah bekerja sama dengan WWF-Indonesia untuk meluncurkan misi #WenAnam untuk menanam 10.000 pohon. Program ini dibuat untuk memperingati Hari Bumi sekaligus ulang tahunnya yang ke 23.
Kontribusinya dalam isu lingkungan turut membawanya menjadi perwakilan Indonesia dalam COP29 di Azerbaijan. Selain itu, ia juga terpilih sebagai Fore Essentials Icon atas kontribusinya dalam menggerakkan kesadaran lingkungan di kalangan anak muda.
Jerhemy Owen menunjukkan, bahwa peran generasi muda dalam isu lingkungan dapat dimulai dari langkah sederhana, lalu berkembang menjadi gerakan yang memberi dampak lebih luas.
Penulis: Nabilatul Aini